Sertifikasi Dinilai Rumit, Novita Hardini Tuntut BSN Mudahkan Proses untuk UMKM
Menurut Novita, UMKM telah menjadi pilar utama ketahanan ekonomi Indonesia, mulai dari masa pandemi COVID-19 hingga tekanan global saat ini. Namun, ia menilai proses sertifikasi masih menjadi kendala besar bagi pelaku usaha kecil.
"Tapi kalau proses sertifikasi tetap rumit, mahal, dan tidak berpihak, bagaimana kita bisa mempertahankan kekuatan UMKM sebagai penopang ekonomi bangsa?” kritik Novita.
Ia mendorong BSN untuk melakukan reformasi dalam prosedur sertifikasi, memperjelas mana standar nasional Indonesia (SNI) yang wajib bagi UMKM dan mana yang opsional, serta menurunkan biaya sertifikasi agar lebih terjangkau.
“Jangan menunggu UMKM yang datang. Jemput bola! Permudah proses sertifikasi, sederhanakan mekanismenya, supaya target pertumbuhan ekonomi 8% dari sektor UMKM bisa benar-benar tercapai,” seru legislator dari Dapil VII Jawa Timur tersebut.
Selain sektor UMKM, Novita juga menyoroti peran penting BSN di bidang kesehatan. Ia menekankan, meskipun BSN tidak terlibat langsung dalam akreditasi rumah sakit, fungsi standarisasi tetap vital untuk menjaga keselamatan dan kualitas layanan kesehatan.
“Kalau BSN punya peran di situ semua, mestinya lebih proaktif mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan standar keselamatan publik benar-benar ditegakkan, tidak hanya di sektor industri, tetapi juga kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Novita menutup pernyataannya dengan mengajak BSN untuk mengambil langkah lebih proaktif, tidak hanya di sektor industri, tetapi juga memperluas pengawasan standar di bidang kesehatan masyarakat. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!