Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Persib Tak Gelar Konvoi Jika Jadi Juara Piala Presiden 2026 5 Aug 2026 PT BDS Pastikan Pembayaran Piutang Vendor Lewat Proses Hukum 5 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Don Ritto di Bandung Terkait Kasus TPPU 5 Aug 2026 Alokasi Anggaran Revitalisasi Sekolah di Sukabumi Rp 154 Miliar 5 Aug 2026 Didorong Masuk PKBM atau PJJ, Wamendikdasmen Ungkap 527 Ribu ATS di Jabar 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Persib Tak Gelar Konvoi Jika Jadi Juara Piala Presiden 2026 5 Aug 2026 PT BDS Pastikan Pembayaran Piutang Vendor Lewat Proses Hukum 5 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Don Ritto di Bandung Terkait Kasus TPPU 5 Aug 2026 Alokasi Anggaran Revitalisasi Sekolah di Sukabumi Rp 154 Miliar 5 Aug 2026 Didorong Masuk PKBM atau PJJ, Wamendikdasmen Ungkap 527 Ribu ATS di Jabar 5 Aug 2026

Serangan Ransomware Diprediksi Capai Puncaknya di 2024, Pemerintah AS Ambil Tindakan Mencegah Ancaman

ED
Selasa, 22 Oktober 2024 | 06:15 WIB
Bagikan
Serangan Ransomware Diprediksi Capai Puncaknya di 2024, Pemerintah AS Ambil Tindakan Mencegah Ancaman
VISI.NEWS | AMERIKA - Serangan ransomware mengalami lonjakan signifikan dan diperkirakan akan menjadi yang terburuk sepanjang tahun 2024. Pemerintah Amerika Serikat kini tengah mencari cara untuk melawan ancaman serius ini, dengan desakan untuk menerapkan strategi yang lebih efektif untuk menghadapi para hacker yang meminta pembayaran tebusan. Dalam sebuah artikel opini yang diterbitkan di Financial Times, Ann Neuberger, wakil penasihat keamanan nasional AS untuk siber dan teknologi baru, mengecam praktik pembayaran tebusan yang dinilai meresahkan. Ia menegaskan, "Ini adalah praktik yang meresahkan yang harus diakhiri," Darren Williams, pendiri BlackFog, sebuah firma keamanan siber yang fokus pada pencegahan ransomware, juga menentang keras pembayaran tebusan. Ia berpendapat bahwa dengan membayar tebusan, perusahaan atau lembaga justru mendorong lebih banyak serangan ransomware di masa mendatang. Ia menyatakan, "Setelah data sensitif dicuri, data tersebut tidak akan kembali dan akan hilang selamanya." Bahkan saat perusahaan memilih untuk membayar, tidak ada jaminan bahwa data tersebut akan tetap aman. Contoh nyata dari masalah ini terjadi pada UnitedHealth Group setelah anak perusahaannya, Change Healthcare, diserang oleh kelompok peretas ALPHV/BlackCat pada bulan April 2023. Meskipun telah membayar uang tebusan sebesar US$22 juta (RP 341 miliar) untuk mencegah kebocoran data dan memulihkan operasional dengan cepat, kelompok hacker kedua, RansomHub, merasa marah karena ALPHV/BlackCat gagal mendistribusikan uang tebusan kepada afiliasinya. Hal ini mengakibatkan kebocoran data di dark web, menunjukkan bahwa tuntutan itu mungkin besar kemungkinan tidak dipenuhi. Ada juga kekhawatiran bahwa pembayaran tebusan dapat digunakan untuk mendanai organisasi yang berlawanan dengan kepentingan geopolitik AS. Laporan terbaru dari Kantor Direktur Intelijen Nasional memperlihatkan bahwa pada pertengahan 2024, ada lebih dari 2.300 serangan ransomware yang terdeteksi, dengan hampir setengah dari serangan tersebut menargetkan lembaga di Amerika Serikat. Diperkirakan bahawa jumlah serangan ransomware pada akhir tahun 2024 akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2023, yang mencatat sebanyak 4.506 penyerangan secara global. Meningkatnya serangan ini memicu kebangkitan langkah-langkah keamanan yang lebih tegas dari pemerintah dan entitas swasta untuk melindungi data dan infrastruktur kritis dari serangan di masa mendatang. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.