Serangan Balasan Israel Guncang Teheran
VISI.NEWS | BANDUNG - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel mengumumkan serangan besar yang menargetkan wilayah ibu kota Iran, Teheran. Serangan tersebut dilaporkan terjadi setelah sebelumnya Iran meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel.
Militer Israel menyatakan operasi tersebut merupakan respons terhadap serangan yang datang dari Iran sehari sebelumnya. Dalam pernyataan resmi, Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF) menegaskan bahwa serangan dilakukan terhadap sejumlah target pemerintah di Teheran.
“IDF telah memulai gelombang serangan berskala luas terhadap target pemerintah di ibu kota Iran,” demikian bunyi pernyataan militer Israel yang dikutip dari laporan Agence France-Presse (AFP), Sabtu (7/3/2026).
Di sisi lain, media penyiaran Iran melaporkan sejumlah ledakan terdengar di bagian barat kota Teheran. Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan maupun korban akibat serangan tersebut.
Sebelum serangan balasan Israel, militer Israel menyatakan telah mendeteksi peluncuran rudal tambahan dari Iran menuju wilayah mereka. Pada Jumat (6/3/2026) waktu setempat, Iran diketahui menembakkan rentetan rudal dan drone ke Israel.
Beberapa ledakan juga sempat terdengar di pusat komersial Israel di Tel Aviv setelah rudal Iran diluncurkan. Meski demikian, layanan darurat Israel, Magen David Adom, menyatakan tidak menerima laporan korban jiwa akibat serangan tersebut.
“Sejauh ini tidak ada laporan korban yang kami terima setelah insiden tersebut,” kata perwakilan layanan darurat itu.
Situasi di Israel sendiri dilaporkan mulai terkendali. Militer Israel menyatakan warga kini diperbolehkan keluar dari tempat perlindungan setelah sebelumnya diminta berlindung akibat ancaman serangan rudal.
“Warga di semua wilayah negara kini diperbolehkan meninggalkan tempat perlindungan mereka,” ujar militer Israel dalam pernyataan lanjutan.
Perkembangan terbaru ini menambah panjang daftar ketegangan antara Israel dan Iran yang dalam beberapa waktu terakhir terus meningkat dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!