Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Seorang Pria Tersambar KA Pangrango di Cisaat

Desi Rossilawati Andri Somantri
Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:15 WIB
Bagikan
Seorang Pria Tersambar KA Pangrango di Cisaat

Warga menunjukan lokasi ditemukannya pria yang tersambar KA Pangrango di Kampung Bojongnangka, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (26/6/2026) siang./visi.news/Andri.

VISI.NEWS - Seorang pria tersambar Kereta Api (KA) Pangrango di Kampung Bojongnangka, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jumat (26/6/2026) siang. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Insiden terjadi ketika KA Pangrango melaju dari Sukabumi mengarah ke Stasiun Cisaat. Kereta tersebut, sedang dalam perjalanan menuju Bogor.

Warga di sekitar lokasi kejadian tak ada yang mengenali korban, selain itu korban pun tak membawa identitas.

Suhendra, warga yang sedang bekerja di kolam ikan mengaku mendengar suara klakson kereta yang bunyinya cukup keras. Saat menoleh ke arah rel, ia melihat seorang pria berjalan pelan di sisi jalur kereta.

"Klakson kereta bunyi, keras banget suaranya. Saya langsung tengok ke arah rel, ada apa, dalam hati saya. Ketika dilihat ternyata ada orang berjalan, langsung keserempet," kata Suhendra.

Awalnya ia mengira pria tersebut sempat menghindari kereta dengan cara berjongkok. Namun tak lama kemudian, dua anak datang ke lokasi lantas memberi tahu bahwa korban ternyata tersambar dan terpental.

"Dikira dia jongkok. Ternyata sampai keseret orangnya antara 10 sampai 12 meter," ujarnya.

Suhendra kemudian bergegas menuju lokasi kejadian dan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara itu, warga lainnya, Syarif, mengatakan tidak ada warga sekitar yang mengenali korban. Menurutnya, pria yang diperkirakan berusia sekitar 50 tahun itu mengenakan baju hijau dan celana panjang hitam.

"Belum diketahui identitasnya maupun asalnya. Tadi polisi sudah datang dan korban dibawa ke rumah sakit," kata Syarif.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta memastikan perjalanan kereta api tetap berjalan aman pascaterjadinya temperan KA Pangrango relasi Sukabumi–Bogor di petak jalan Sukabumi–Cisaat pada pukul 10.35 WIB.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa kejadian langsung ditangani sesuai prosedur keselamatan operasional. Setelah menerima laporan dari masinis, petugas di stasiun terdekat segera melakukan koordinasi, pengamanan lokasi, serta pemeriksaan terhadap sarana kereta api.

Setelah dipastikan aman, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan.

KAI Daop 1 Jakarta kembali mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel maupun area ruang manfaat jalur kereta api. Jalur rel merupakan area terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional perjalanan kereta api dan memiliki risiko sangat tinggi bagi masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan. Jangan berjalan, duduk, bermain, melintas sembarangan, atau melakukan aktivitas apa pun di jalur rel. Keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama,” kata Franoto.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.