Semifinal ASEAN Hyundai Cup 2026 Memanas
VISI.NEWS — Persaingan menuju final ASEAN Hyundai Cup™ 2026 memasuki fase penentuan. Dua laga semifinal leg kedua akan digelar pada Selasa dan Rabu, 18–19 Agustus 2026, dengan Thailand dan Vietnam berada dalam posisi lebih menguntungkan setelah meraih kemenangan pada pertandingan leg pertama.
Thailand akan menjamu Singapura di Stadion Rajamangala, Bangkok, Selasa malam, 18 Agustus 2026, pukul 20.00 waktu setempat atau 13.00 GMT. Thailand membawa keunggulan agregat 3-1.
Sehari berselang, Vietnam menghadapi Malaysia di Stadion Nasional Mỹ Đình, Hanoi, Rabu, 19 Agustus 2026, pukul 20.00 waktu setempat atau 13.00 GMT. Vietnam memiliki modal kemenangan 2-0 dari leg pertama di Kuala Lumpur.
Dua pertandingan tersebut akan menentukan siapa yang berhak melangkah ke partai final ASEAN Hyundai Cup™ 2026.
Thailand di Atas Angin Hadapi Singapura
Thailand datang ke leg kedua dengan keunggulan agregat 3-1 setelah menang di markas Singapura. Teerasak Poeiphimai mencetak dua gol, sementara Seksan Ratree menyumbangkan satu gol untuk Thailand. Singapura hanya mampu membalas melalui Ilhan Fandi.
Keunggulan dua gol tersebut membuat Thailand memiliki peluang besar mempertahankan langkah menuju final. Dalam sejarah kompetisi, belum ada tim yang berhasil membalikkan defisit dua gol atau lebih pada semifinal atau final sejak format pertandingan dua leg diperkenalkan pada 2004.
Thailand bahkan memiliki catatan sempurna ketika memegang keunggulan minimal dua gol pada leg pertama semifinal atau final. Dalam lima kesempatan sebelumnya, Thailand selalu berhasil melaju ke babak berikutnya.
Statistik pertemuan kedua negara juga menguntungkan Thailand. Dari 12 pertemuan sebelumnya di ASEAN Championship, Thailand meraih delapan kemenangan, Singapura dua kemenangan, sementara dua pertandingan berakhir imbang.
Thailand juga memenangkan tujuh pertemuan terakhir kedua negara. Rentetan tersebut berlangsung sejak leg kedua final 2012.
Pada leg pertama, Singapura sebenarnya mendominasi penguasaan bola dengan 72 persen berbanding 28 persen milik Thailand. Singapura juga mencatat 517 umpan sukses dengan akurasi 88 persen, jauh lebih banyak dibandingkan Thailand yang membukukan 164 umpan dengan akurasi 70 persen.
Namun, Thailand tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Thailand mencatat enam tembakan tepat sasaran, sementara Singapura empat. Bahkan, Shawal Anuar gagal mengeksekusi penalti setelah tendangannya ditepis penjaga gawang Thailand, Kampon Pathomakkakul.
Thailand Sempurna di Turnamen
Thailand menjadi satu-satunya tim yang masih memiliki rekor sempurna di turnamen. Tim berjuluk Gajah Perang itu memenangkan seluruh lima pertandingan yang telah dimainkan.
Pada fase grup, Thailand mengalahkan Laos 5-0, Malaysia 2-0, Filipina 1-0, dan Myanmar 2-0. Setelah itu, mereka mengalahkan Singapura 3-1 pada semifinal leg pertama.
Thailand telah mencetak 13 gol dan hanya kebobolan satu kali. Sebelum menghadapi Singapura, mereka juga berhasil mencatat empat clean sheet secara beruntun.
Dari sisi produktivitas, Teerasak Poeiphimai menjadi pencetak gol terbanyak Thailand dengan empat gol. Dua gol terakhirnya dicetak saat menghadapi Singapura pada leg pertama.
Seksan Ratree juga tampil menonjol. Selain mencetak gol ketiga Thailand, ia dinobatkan sebagai Hyundai Player of the Match pada pertandingan tersebut.
Thailand telah mencapai semifinal ASEAN Championship untuk ke-14 kalinya, sebuah rekor dalam sejarah kompetisi. Mereka juga merupakan pemegang tujuh gelar juara, yang diraih pada 1996, 2000, 2002, 2014, 2016, 2020, dan 2022. Pada edisi 2024, Thailand menjadi runner-up setelah kalah dari Vietnam.
Pelatih Anthony Hudson kini berupaya membawa Thailand meraih gelar ASEAN Hyundai Cup™ pertamanya bersama tim tersebut.
Singapura Butuh Kebangkitan
Singapura menghadapi tantangan berat untuk membalikkan keadaan. The Lions harus menang dengan selisih setidaknya dua gol untuk menyamakan agregat dan membuka peluang melaju ke final.
Singapura sebelumnya tampil cukup konsisten di fase grup. Mereka mengalahkan Kamboja 2-1, menang 2-0 atas Timor-Leste, bermain imbang 0-0 dengan Vietnam, serta bermain imbang 1-1 melawan Indonesia.
Hasil tersebut membuat Singapura finis sebagai runner-up Grup A dengan delapan poin.
Namun, kekalahan 1-3 dari Thailand membuat catatan mereka menjadi dua kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan dari lima pertandingan. Singapura mencetak enam gol dan kebobolan lima.
Ilhan Fandi menjadi tumpuan utama Singapura. Ia telah mencetak empat gol dan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak turnamen. Ilhan juga merupakan salah satu dari tiga pemain yang dua kali meraih penghargaan Hyundai Player of the Match pada fase grup.
Kapten Hariss Harun menjadi pemain berpengalaman penting bagi Singapura. Ia merupakan pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk tim nasional Singapura dan satu-satunya anggota skuad saat ini yang menjadi bagian dari tim juara pada 2012.
Singapura merupakan juara empat kali, yakni pada 1998, 2004, 2007, dan 2012. Mereka kembali mencapai semifinal untuk edisi kedua berturut-turut setelah pada 2024 disingkirkan Vietnam dengan agregat 1-5.
Pelatih Gavin Lee, yang mengambil alih posisi pelatih kepala pada November tahun lalu, juga memiliki tantangan besar. Pada usia 35 tahun, ia menjadi pelatih termuda dari empat pelatih yang memimpin tim semifinalis.
Vietnam Berpeluang Besar ke Final
Sementara itu, Vietnam memiliki modal lebih kuat saat menjamu Malaysia. Kemenangan 2-0 di leg pertama membuat Vietnam hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket ke final.
Pada pertandingan pertama di Kuala Lumpur, Nguyễn Xuân Son membuka keunggulan Vietnam pada menit kelima masa tambahan waktu babak pertama. Gol kedua Vietnam tercipta pada menit ke-86 melalui gol bunuh diri Faris Danish.
Vietnam juga unggul dalam tembakan tepat sasaran, yakni lima berbanding tiga. Malaysia memang memiliki penguasaan bola lebih besar, mencapai 54 persen, dan menyelesaikan 347 umpan dibandingkan 291 milik Vietnam.
Nguyễn Xuân Son dinobatkan sebagai Hyundai Player of the Match setelah mencetak gol pembuka. Ia juga merupakan pencetak gol terbanyak sekaligus pemain terbaik pada edisi 2024.
Secara historis, Vietnam unggul dalam 16 pertemuan ASEAN Championship melawan Malaysia. Vietnam menang 10 kali, Malaysia tiga kali, dan tiga pertandingan berakhir imbang.
Vietnam juga tidak terkalahkan dalam tujuh pertemuan terakhir melawan Malaysia, dengan enam kemenangan dan satu hasil imbang sejak kekalahan 2-4 pada leg kedua semifinal 2014.
Namun, sejarah pertemuan semifinal tetap memberikan peringatan bagi Vietnam. Ini merupakan semifinal ketiga antara kedua negara. Malaysia sebelumnya berhasil menyingkirkan Vietnam pada 2010 dan 2014.
Pada 2014, Malaysia melakukan comeback setelah kalah 1-2 pada leg pertama. Mereka kemudian menang 4-2 di Hanoi dan lolos dengan agregat 5-4.
Akan tetapi, kondisi kali ini berbeda karena Vietnam membawa keunggulan dua gol. Seperti halnya semifinal Thailand-Singapura, belum ada tim yang mampu membalikkan defisit dua gol atau lebih dalam semifinal atau final ASEAN Championship sejak format dua leg diterapkan pada 2004.
Vietnam Jadi Tim Paling Produktif
Vietnam menjadi tim paling produktif di ASEAN Hyundai Cup™ 2026. Mereka telah mencetak 15 gol dalam lima pertandingan dan hanya kebobolan satu kali.
Vietnam mengawali turnamen dengan kemenangan besar 7-0 atas Timor-Leste, kemudian bermain imbang 0-0 melawan Singapura, menang 3-0 atas Indonesia, dan mengalahkan Kamboja 3-1 sebelum menang 2-0 atas Malaysia.
Dengan empat kemenangan dan satu hasil imbang, Vietnam belum terkalahkan.
Vietnam juga mencatat empat clean sheet dari lima pertandingan. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbaik di turnamen bersama Thailand.
Dari sisi peluang, Vietnam telah melepaskan 86 tembakan, tertinggi di turnamen, dengan 29 di antaranya tepat sasaran.
Nguyễn Đình Bắc menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan lima gol. Ia mencetak hat-trick ketika menghadapi Timor-Leste dan menambah dua gol saat melawan Kamboja.
Sementara itu, Nguyễn Xuân Son telah mencetak tiga gol dan menjadi pemain penting dalam perjalanan Vietnam menuju semifinal.
Kapten Nguyễn Quang Hải juga mencatat sejarah tersendiri. Penampilannya melawan Malaysia membuat jumlah caps bersama tim nasional Vietnam mencapai 85. Ia sebelumnya menjadi pemain terbaik pada edisi 2018 ketika Vietnam menjadi juara.
Vietnam telah mencapai semifinal untuk ketujuh kalinya secara beruntun. Mereka merupakan juara tiga kali, yakni pada 2008, 2018, dan 2024.
Setelah menjadi juara pada 2024 dengan mengalahkan Thailand 5-3 secara agregat, Vietnam kini berusaha mempertahankan gelar dan mencatat sejarah dengan meraih gelar ASEAN Championship secara beruntun untuk pertama kalinya di bawah pelatih Kim Sang-sik.
Malaysia Menghadapi Misi Sulit
Malaysia harus tampil agresif di Hanoi jika ingin menjaga peluang menuju final. Kekalahan 0-2 di kandang membuat mereka membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal dua gol untuk menyamakan agregat.
Malaysia sebelumnya mengalahkan Myanmar 2-1, menang 4-0 atas Laos, kalah 0-2 dari Thailand, dan menang 1-0 atas Filipina di fase grup. Mereka finis sebagai runner-up Grup B dengan sembilan poin.
Secara keseluruhan, Malaysia mencatat tiga kemenangan dan dua kekalahan dalam lima pertandingan, dengan tujuh gol dicetak dan lima kebobolan.
Paulo Josué menjadi pencetak gol terbanyak Malaysia dengan tiga gol.
Namun, Malaysia memiliki catatan kurang baik ketika kalah. Dalam dua kekalahan mereka di turnamen, Malaysia selalu gagal mencetak gol. Mereka kalah 0-2 dari Thailand di fase grup dan kembali kalah 0-2 dari Vietnam pada semifinal leg pertama.
Malaysia pernah menjadi juara ASEAN Championship pada 2010. Mereka juga tiga kali menjadi runner-up, yakni pada 1996, 2014, dan 2018.
Pelatih interim Tan Cheng Hoe memiliki pengalaman dalam kompetisi tersebut. Ia merupakan asisten pelatih saat Malaysia menjuarai turnamen pada 2010 dan menjadi pelatih kepala ketika Malaysia menjadi runner-up pada 2018 setelah dikalahkan Vietnam di final.
Nguyễn Đình Bắc Pimpin Daftar Top Skor
Persaingan pencetak gol juga semakin menarik menjelang semifinal leg kedua. Nguyễn Đình Bắc menjadi pemain paling produktif dengan lima gol.
Di posisi berikutnya terdapat empat pemain dengan masing-masing empat gol, yakni Mitch Baker dari Indonesia, Win Naing Tun dari Myanmar, Ilhan Fandi dari Singapura, dan Teerasak Poeiphimai dari Thailand.
Sementara itu, Paulo Josué dari Malaysia, Than Paing dari Myanmar, dan Nguyễn Xuân Son dari Vietnam telah mengoleksi tiga gol.
Beberapa pemain lain telah mencetak dua gol, antara lain Đỗ Hoàng Hên dan Nguyễn Đình Bắc dari Vietnam, Kakana Khamyok dan Yotsakon Burapha dari Thailand, Jarvey Gayoso dari Filipina, serta Hav Soknet dari Kamboja.
Vietnam dan Thailand juga menjadi dua tim dengan jumlah tembakan tepat sasaran terbanyak, masing-masing 29.
Vietnam memimpin jumlah gol dengan 15, disusul Thailand dengan 13. Kedua tim juga sama-sama baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Indonesia menjadi tim dengan rata-rata penguasaan bola terbaik, yakni 61,7 persen, disusul Vietnam dengan 55,7 persen.
Gol tercepat turnamen tercipta pada menit kedua melalui Lwin Moe Aung dari Myanmar.
Dalam urusan kemenangan terbesar, Vietnam mencatat kemenangan 7-0 atas Timor-Leste. Sementara pertandingan dengan jumlah gol terbanyak terjadi saat Myanmar mengalahkan Laos 7-2, dengan total sembilan gol.
Penghargaan Hyundai Player of the Match
Sejumlah pemain juga telah mencuri perhatian sepanjang turnamen melalui penghargaan Hyundai Player of the Match.
Pada fase grup, Ilhan Fandi dua kali menerima penghargaan untuk Singapura. Nguyễn Đình Bắc juga tampil menonjol bersama Vietnam, sementara Paulo Josué menjadi salah satu pemain penting Malaysia.
Teerasak Poeiphimai meraih penghargaan untuk Thailand. Mitch Baker menjadi wakil Indonesia, Than Paing dari Myanmar, Pavithran Gunalan dari Malaysia, Shayne Pattynama dari Indonesia, Hariss Harun dari Singapura, Cole Mrowka dari Filipina, Sarach Yooyen dari Thailand, Nguyễn Văn Vĩ dari Vietnam, Hav Soknet dari Kamboja, Waris Choolthong dari Thailand, Win Naing Tun dari Myanmar, Jacob Mahler dari Singapura, dan Jehhanafee Mamah dari Thailand juga pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan pada fase grup.
Pada semifinal leg pertama, Seksan Ratree terpilih sebagai Hyundai Player of the Match ketika Thailand mengalahkan Singapura 3-1. Sementara Nguyễn Xuân Son memperoleh penghargaan yang sama setelah membantu Vietnam menang 2-0 atas Malaysia.
Dua Tiket Final Diperebutkan
Dengan Thailand unggul 3-1 dan Vietnam memimpin 2-0, kedua tim berada dalam posisi favorit untuk melaju ke final. Namun, pertandingan leg kedua tetap menyimpan potensi kejutan karena Singapura dan Malaysia akan tampil dengan motivasi tinggi untuk membalikkan keadaan.
Thailand akan lebih dahulu menghadapi Singapura di Rajamangala Stadium pada Selasa malam. Sehari kemudian, perhatian beralih ke Hanoi ketika Vietnam menjamu Malaysia.
Dua pertandingan tersebut bukan hanya menentukan finalis ASEAN Hyundai Cup™ 2026, tetapi juga menjadi ujian konsistensi bagi Thailand dan Vietnam yang sepanjang turnamen menunjukkan performa paling kuat.
Jika mampu mempertahankan keunggulan, Thailand akan semakin dekat dengan peluang meraih gelar kedelapan, sementara Vietnam berpeluang mempertahankan mahkota juara dan mencatat gelar keempat sepanjang sejarah.
Jadwal semifinal leg kedua:
Selasa, 18 Agustus 2026: Thailand vs Singapura — Rajamangala Stadium, Bangkok, pukul 20.00 waktu setempat. Thailand unggul agregat 3-1.
Rabu, 19 Agustus 2026: Vietnam vs Malaysia — Mỹ Đình National Stadium, Hanoi, pukul 20.00 waktu setempat. Vietnam unggul agregat 2-0.
Dua laga tersebut akan menjadi penentu terakhir sebelum dua tim terbaik bertemu di partai puncak ASEAN Hyundai Cup™ 2026.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!