Sejumlah Ormas dan LSM Geruduk Kantor Disdik Jabar : Mekanisme PPDB Masih Tidak Baik-Baik Saja
VISI.NEWS | BANDUNG - Pasca pelaksanaan PPDB 2024 di Jawa Barat, banyak pihak yang menilai bahwa sistem dan mekanisme yang sekarang ini masih tidak baik-baik saja hingga harus membuat masyarakat khawatir dan gelisah.
Salah satu bentuk aksi demo terkait tidak baik-baik saja proses PPDB ini pun dilakukan gabungan sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) dalam Forum Komunikasi Tengah Imah, yang terdiri dari LSM GMBI, Gibas, Manggala, AMS, BBC, Gajah Putih dan Pemuda Pancasila.
Massa yang berjumlah ribuan orang itu, menggeruduk kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, di Jalan Dr. Radjiman, Kota Bandung, pada Kamis (11/7/2024).
Ketua Gibas Kota Bandung sekaligus penanggung jawab lapangan aksi, Freddy B. Sirait mengatakan, bahwa aksi mereka adalah untuk memperjuangkan dan mengkritisi sistem zonasi, prestasi di PPDB 2024/2025 Jawabarat.
Salah satunya, kata Fredy, dibuktikan dengan adanya 260 calon peserta didik (CPD) yang statusnya dianulir menjadi 'Tidak Diterima' meski sebelumnya dinyatakan 'Diterima' karena terbukti menggunakan Kartu Keluarga (KK) Asli tapi Palsu (Aspal) untuk mengakali sistem zonasi dalam PPDB.
"Zonasi ini nggak jelas, sama juga dengan Prestasi. Ini hanya menimbulkan keresahan di masyarakat," katanya, disela sela aksi tersebut.
Ia juga meminta siapapun pelanggar hukum dalam proses PPDB ini, agar bisa diproses hukum dengan jelas. "Makanya proses ini kami akan kawal terus," ungkapnya.
Hal senada dikatakan Ketua LSM GMBI Kota Bandung, Moh. Mahsur, Ia meminta Disdik Jabar memberikan keyakinan pada Ormas selaku perwakikan dari masyarakat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!