Sebelum Akhir Tahun, GT Man Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Deretan prestasi yang diukir RPG melalui GT Man pun, ungkapnya, bertambah dengan diterimanya "IOB Award 2022" dari Majalah SWA dan Business Digest (lembaga riset Grup SWA). GT Man dianggap sebagai satu dari 109 merek lokal yang berhasil mengungguli merek dari luar negeri. IOB Award 2022 memberikan apresiasi kepada merek lokal berdasarkan hasil riset yang dilakukan pada bulan Juli-Agustus terhadap 5000 responden di Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar. Riset dilakukan dengan metode multistage random sampling terhadap pria dan wanita dengan kriteria SES: ABC, usia 21-40 tahun, serta pendidikan minimal SLTA.
Tahun ini merupakan tahun ketiga bagi GT Man menerima penghargaan ini dan untuk mendapatkannya, sebuah merek harus unggul di empat parameter, yakni kepuasan dan loyalitas pelanggan terhadap merek, advokasi (kesediaan pelanggan untuk merekomendasikan merek), serta daya saing terhadap merek lain. Berdasarkan empat parameter tersebut, GT Man menduduki peringkat pertama untuk kategori Pakaian Dalam Pria dengan predikat "Very Good".
Kedua penghargaan ini, ucapnya, membuktikan kinerja GT Man yang berhasil meningkatkan standar produknya ke level internasional dan mengungguli beberapa merek luar negeri ternama di pasar Indonesia. Untuk mencapainya, GT Man terus memperluas dan memperkuat jaringan distribusi Perseroan, baik di dalam maupun ke luar negeri, bekerja sama dengan berbagai marketplace, giat melakukan promosi di berbagai platform untuk menjangkau target pasar yang berbeda, serta tak berhenti melakukan inovasi produk seiring beragamnya keinginan dan permintaan konsumen.
Salah satu terobosan produk yang dilakukan GT Man adalah dengan menciptakan produk menggunakan mesin seamless berteknologi tinggi yang diimpor dari Italia. Mesin tersebut dapat mempersingkat proses produksi hingga 50 persen dan menghasilkan pakaian yang 15 persen lebih ringan. "Tidak hanya menghasilkan produk yang nyaman dan baik untuk kesehatan, proses produksi menggunakan teknologi seamless juga lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan proses pembuatan pakaian pada umumnya," kata Charlie.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!