SeaBank Cetak Laba Rp749 Miliar
VISI.NEWS — PT Bank Seabank Indonesia atau SeaBank kembali mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Semester I 2026. Dalam enam bulan pertama tahun ini, bank digital tersebut membukukan pertumbuhan pada sejumlah indikator utama, mulai dari laba, aset, penyaluran kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga jumlah nasabah.
Kinerja tersebut ditopang oleh ekspansi kredit yang dilakukan secara terukur, efisiensi operasional, serta semakin luasnya penggunaan layanan digital SeaBank untuk kebutuhan transaksi sehari-hari.
Hingga akhir Semester I 2026, SeaBank mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp749,26 miliar. Perolehan laba tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan total aset yang mencapai Rp52,97 triliun.
Pertumbuhan tersebut memperlihatkan semakin besarnya skala bisnis SeaBank di tengah persaingan industri perbankan digital yang semakin ketat.
Kredit Tumbuh 53,1 Persen
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan bisnis SeaBank.
Hingga Semester I 2026, kredit yang disalurkan mencapai Rp39,81 triliun, meningkat 53,1 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Ekspansi tersebut dilakukan melalui sejumlah pendekatan, antara lain skema direct lending, kolaborasi dengan ekosistem digital, serta kemitraan strategis.
Meski penyaluran kredit meningkat cukup agresif, SeaBank tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian atau prudential banking.
Hal tersebut tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross yang berada pada level 1,65 persen.
Angka tersebut masih jauh di bawah batas maksimum 5 persen yang ditetapkan regulator.
Kondisi tersebut menunjukkan upaya bank dalam menjaga kualitas aset di tengah ekspansi pembiayaan yang terus dilakukan.
DPK Capai Rp41,80 Triliun
Pertumbuhan bisnis SeaBank juga terlihat dari penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Sepanjang Semester I 2026, DPK yang berhasil dihimpun mencapai Rp41,80 triliun, tumbuh 47,6 persen YoY.
Komposisi dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) masih mendominasi dengan nilai Rp29,10 triliun.
Jumlah tersebut setara dengan 69,6 persen dari total DPK SeaBank.
Besarnya porsi CASA menjadi salah satu indikator yang mencerminkan tingginya aktivitas transaksi nasabah melalui ekosistem SeaBank.
Penggunaan layanan digital tidak hanya berkaitan dengan aktivitas menyimpan dana, tetapi juga transaksi harian seperti transfer, pembayaran melalui QRIS, serta pembayaran berbagai tagihan rutin.
Kondisi tersebut turut membantu bank dalam mengelola biaya dana atau Cost of Fund.
Efisiensi operasional kemudian tercermin dari Cost to Income Ratio (CIR) yang berada pada level 21,1 persen.
Sementara itu, Return on Assets (ROA) SeaBank tercatat mencapai 3,9 persen.
35 Juta Nasabah
Di luar kinerja laporan keuangan, pertumbuhan jumlah pengguna menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan SeaBank.
Hingga akhir Semester I 2026, jumlah nasabah SeaBank telah mencapai 35 juta.
Besarnya basis pengguna tersebut berjalan seiring dengan tingginya frekuensi transaksi melalui aplikasi.
Sepanjang Juni 2026, rata-rata transaksi harian SeaBank mencapai lebih dari 16,8 juta transaksi.
Nilai perputaran uang dalam transaksi tersebut juga mencapai sekitar Rp7,1 triliun per hari.
Angka tersebut menggambarkan semakin besarnya peran layanan perbankan digital dalam aktivitas finansial masyarakat.
Aplikasi perbankan tidak lagi hanya digunakan untuk menyimpan uang atau melakukan transfer, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari.
SeaBank Perluas Jangkauan ke Medan
Di tengah ekspansi layanan digital, SeaBank juga memperluas kehadiran fisiknya.
Pada Mei 2026, SeaBank meresmikan Kantor Cabang (KC) di Kota Medan, Sumatera Utara.
Kehadiran KC Medan menjadikan kota tersebut sebagai lokasi kantor cabang ke-9 SeaBank di Indonesia.
Pembukaan kantor cabang tersebut menjadi bagian dari upaya SeaBank memperluas akses layanan perbankan sekaligus menjangkau masyarakat yang belum memperoleh layanan perbankan atau unbanked.
Meskipun mengusung model bisnis digital, SeaBank melihat keberadaan kantor cabang tetap memiliki peran dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat dan ekosistem ekonomi daerah.
Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan pembukaan KC Medan merupakan bagian dari komitmen perusahaan memperluas akses keuangan.
“Inisiatif ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam menjangkau masyarakat luas melalui inovasi perbankan digital yang praktis dan aman. Kami memposisikan KC Medan sebagai jembatan inklusi yang akan mendorong taraf hidup serta produktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Sumatera Utara,” ujar Sasmaya.
Menurut dia, kombinasi antara inovasi digital dan kehadiran layanan di daerah diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap produk serta layanan keuangan.
Fokus pada Transaksi dan Keamanan
Sasmaya menyebut capaian Semester I 2026 tidak terlepas dari kepercayaan nasabah dan pemangku kepentingan terhadap layanan SeaBank.
Ia menilai pertumbuhan tersebut menjadi indikasi bahwa strategi bisnis yang berfokus pada kebutuhan pengguna dan integrasi ekosistem berjalan sesuai arah yang ditetapkan perusahaan.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang terus diberikan oleh nasabah dan seluruh pemangku kepentingan. Hasil positif sepanjang Semester I 2026 ini membuktikan bahwa strategi berkesinambungan kami dalam menghadirkan layanan perbankan yang mudah, cepat, dan aman berada di jalur yang tepat,” kata Sasmaya.
Ke depan, SeaBank akan melanjutkan pengembangan fitur transaksi sekaligus memperkuat infrastruktur keamanan siber.
Keamanan menjadi salah satu aspek penting bagi bank digital karena hampir seluruh aktivitas layanan berlangsung melalui kanal elektronik.
Selain pengembangan teknologi dan keamanan, SeaBank juga menempatkan inklusi keuangan sebagai salah satu fokus pengembangan bisnis.
Perusahaan ingin memastikan masyarakat di berbagai wilayah dapat memperoleh akses terhadap layanan keuangan digital yang praktis dan aman.
Masuk Daftar World’s Best Banks 2026
Kinerja SeaBank pada Semester I 2026 juga dilengkapi dengan pengakuan dari tingkat internasional.
SeaBank masuk dalam daftar World’s Best Banks 2026 yang dirilis majalah Forbes.
Dalam daftar tersebut, SeaBank terpilih bersama 17 bank asal Indonesia lainnya di antara 410 bank yang masuk jajaran bank terbaik dunia.
Pengakuan tersebut berasal dari survei independen Forbes bersama lembaga riset pasar Statista.
Survei dilakukan terhadap lebih dari 54.000 nasabah di 34 negara pada periode Oktober hingga November 2025.
Penilaian tidak hanya melihat ukuran atau kinerja keuangan bank.
Survei tersebut menggunakan lima kriteria utama, dengan tingkat kepercayaan nasabah atau trustworthiness menjadi faktor dengan bobot penilaian tertinggi.
Selain kepercayaan, penilaian juga mempertimbangkan kemudahan layanan digital, kualitas layanan pelanggan, transparansi biaya dan ketentuan, serta konsultasi keuangan.
Masuknya SeaBank dalam daftar tersebut menjadi pelengkap bagi ekspansi bisnis yang dilakukan sepanjang Semester I 2026.
Antara Pertumbuhan dan Kepercayaan
Rangkaian capaian SeaBank sepanjang enam bulan pertama 2026 menunjukkan bagaimana bank digital berupaya memperluas skala bisnis sekaligus mempertahankan kualitas layanan.
Laba bersih Rp749,26 miliar, aset Rp52,97 triliun, kredit Rp39,81 triliun, serta DPK Rp41,80 triliun menjadi gambaran pertumbuhan dari sisi fundamental.
Di sisi pengguna, 35 juta nasabah dan lebih dari 16,8 juta transaksi rata-rata setiap hari menunjukkan besarnya aktivitas yang berlangsung di dalam ekosistem digital SeaBank.
Namun, ekspansi tersebut juga membawa tantangan untuk menjaga kualitas kredit, keamanan transaksi, keandalan teknologi, serta kepercayaan nasabah.
Dengan NPL Gross yang masih berada di level 1,65 persen dan CIR 21,1 persen, SeaBank berupaya menjaga agar pertumbuhan tidak hanya mengejar volume, tetapi juga mempertahankan efisiensi dan kualitas aset.
Sementara penghargaan World’s Best Banks 2026 versi Forbes memberikan dimensi lain terhadap perjalanan SeaBank, yakni pengakuan yang berkaitan dengan pengalaman dan kepercayaan nasabah.
Pada paruh kedua 2026, perhatian SeaBank akan tertuju pada bagaimana mempertahankan momentum pertumbuhan tersebut.
Ekspansi layanan, pengembangan fitur transaksi, penguatan keamanan siber, perluasan inklusi keuangan, serta pengelolaan risiko kredit akan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis.
Di tengah perubahan kebiasaan masyarakat yang semakin bergeser menuju transaksi digital, SeaBank berusaha menempatkan dirinya bukan sekadar sebagai tempat menyimpan dan meminjam dana, tetapi sebagai bagian dari aktivitas finansial harian masyarakat.
Jika pertumbuhan tersebut mampu dipertahankan dengan kualitas aset dan keamanan yang terjaga, capaian Semester I 2026 dapat menjadi pijakan penting bagi perjalanan SeaBank memasuki paruh kedua tahun ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!