Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Saudi dan Kuwait Buka Akses Militer Amerika Serikat

Desi Rossilawati
Jumat, 8 Mei 2026 | 12:39 WIB
Bagikan
Saudi dan Kuwait Buka Akses Militer Amerika Serikat

Ilustrasi./visi.news/ai.

VISI.NEWS | BANDUNG - Arab Saudi dan Kuwait resmi mencabut pembatasan akses terhadap militer Amerika Serikat di pangkalan serta wilayah udara mereka di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah. Langkah ini dinilai menjadi sinyal penting perubahan sikap negara negara Teluk terhadap operasi keamanan maritim yang dipimpin Washington di sekitar Selat Hormuz.

Sebelumnya, kedua negara sempat membatasi penggunaan fasilitas militer mereka setelah Amerika Serikat meluncurkan operasi untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Kawasan tersebut menjadi titik krisis global sejak konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat memanas pada akhir Februari 2026.

Pencabutan pembatasan akses tersebut, seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (8/5/2026), dilaporkan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), pada Kamis (7/5/2026) waktu setempat.

Pencabutan pembatasan akses ini membuka kembali ruang gerak strategis bagi pemerintahan Presiden Donald Trump untuk melanjutkan operasi pengawalan kapal komersial menggunakan kekuatan Angkatan Laut dan Angkatan Udara Amerika Serikat.

Dalam konteks geopolitik, keputusan Saudi dan Kuwait memiliki arti penting karena kedua negara selama ini menjadi lokasi utama penempatan aset militer Amerika di kawasan Teluk. Dukungan akses pangkalan dan wilayah udara sangat menentukan efektivitas operasi militer maupun logistik Washington di Timur Tengah.

Ketegangan kawasan meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Iran kemudian membalas melalui serangan rudal dan drone terhadap target di Israel serta negara negara Teluk yang menampung fasilitas militer Amerika.

Situasi tersebut memicu gangguan besar terhadap jalur perdagangan global. Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas dunia praktis mengalami pembatasan aktivitas pelayaran. Amerika Serikat lalu merespons dengan operasi maritim dan blokade terhadap lalu lintas Iran di sekitar kawasan tersebut.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.