Satu Orang Tewas dalam Insiden Truk Boks Tersambar KA Pangrango di Sukabumi

Desi Rossilawati Andri Somantri
Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:02 WIB
Bagikan
Satu Orang Tewas dalam Insiden Truk Boks Tersambar KA Pangrango di Sukabumi

Kondisi truk yang tersambar KA Pangrango di perlintasan sebidang Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/6/2026) sore./visi.news/Andri.

VISI.NEWS | SUKABUMI - Sebuah truk boks tersambar Kereta Api Pangrango di perlintasan sebidang Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/6/2026) sore. Kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa bermula saat KA Pangrango melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor. Pada saat bersamaan, truk boks bernomor polisi F 8364 DE yang dikemudikan Hermawan (33) melintasi perlintasan kereta dari arah Nagrak menuju Karangtengah. Seketika kecelakaan terjadi.

Benturan keras membuat truk terpental ke area sekitar rel dan menghantam dua orang yang berada di lokasi kejadian, yakni Rizki (31), warga Kampung Babakan yang tengah membuang sampah, serta Dody (43), seorang pengendara sepeda motor yang sedang melintas.

Akibat kejadian tersebut, Dody meninggal dunia di tempat setelah tubuhnya terjepit di kolong truk. Sementara Rizki mengalami luka berat. 

Adapun sopir truk, Hermawan warga Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, juga mengalami luka. Kedua korban luka langsung dievakuasi ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan penanganan medis.

Adapun poses evakuasi korban meninggal berlangsung cukup sulit. Warga beserta kepolisian serta petugas terlebih dahulu memiringkan badan truk dengan ditarik menggunakan tambang, kemudian jenazah Dody yang berada di bawah kendaraan tersebut ditarik keluar beserta sepeda motor milik korban. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa ke kamar jenazah RSUD Sekarwangi.

Usai proses penanganan di rumah sakit, jenazah Dody kemudian dibawa pihak keluarga ke kampung halamannya di Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, untuk dimakamkan. Selama tinggal di Sukabumi, korban menetap bersama adiknya di sebuah rumah kontrakan di Kampung Babakan, Desa Karangtengah.

Warga sekitar, Udin (46), menyatakan tidak menyaksikan langsung detik-detik kecelakaan karena saat kejadian dirinya berada di rumahnya yang tidak jauh dari lokasi. Namun, ia sempat mendengar suara klakson kereta sebelum tabrakan terjadi.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.