Satu Abad NU, Jejak Perjuangan Ormas Islam Terbesar Indonesia
"Yang mana Ponpes Al-Ubaidah Kertosono adalah di bawah naungan LDII. Saya juga mengucapkan selamat 1 abad Harlah NU, sukses ila akhiri zaman," ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch Amrodji Konawi mengatakan, selama seabad kiprah NU telah banyak dirasakan oleh masyarakat, bangsa dan negara.
“Kami menganggap NU sebagai kakak tertua LDII, sehingga kami perlu belajar banyak dari NU seperti di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial,” ujar KH Amrodji.
Ia menambahkan, ormas Islam yang resmi berdiri pada 31 Januari 1926 di Kota Surabaya itu, juga berjasa dalam lahirnya Kemerdekaan Republik Indonesia. KH Hasyim Asy'ari bersama santri-santrinya aktif dalam pergerakan pergerakan mengusir penjajah Belanda dan Jepang yang dikenal dengan Resolusi Jihad.
“Gerakan perjuangan NU sangat bisa dijadikan teladan oleh ormas lainnya yaitu dengan tetap menjaga kultur budaya bangsa, membangun takdzim kepada yang lebih tua dan menjaga toleransi umat beragama, sehingga terwujud rasa toleransi bangsa yang harmoni,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan, LDII yang tergolong ormas Islam muda di Indonesia ini masih perlu banyak belajar dari saudara-saudara tua. “Banyak program kerja LDII yang bisa disinergikan dengan terutama yang tertuang dalam program Delapan Klaster Pengabdian LDII untuk Bangsa,” terangnya.
Dalam banyak kesempatan, tambahnya, LDII Jawa Timur sering mengundang tokoh NU untuk memberikan tausyiah, menjadi narasumber dan memberikan pembekalan kepada para da'i LDII sejak 2011. Diantaranya Prof KH Ali Maschan Moesa, Prof KH Ali Aziz, Prof KH Sahid HM, dan Prof KH Noor Haresuddin.
Ia berharap, NU dan LDII bisa terus bersinergi membimbing umat demi kemaslahatan seluruh masyarakat Indonesia.@redho
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!