Satgas Pascabencana Sumatera Resmi Dipimpin Mendagri
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 11 Januari 2026 | 14:00 WIB
VISI.NEWS | BANDA ACEH - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian resmi memimpin Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera hingga seluruh proses pemulihan dinyatakan selesai. Penyerahan kepemimpinan tersebut diumumkan Wakil Ketua DPR sekaligus Kepala Satgas Pemulihan Pascabencana DPR (Galapana), Sufmi Dasco Ahmad, dalam rapat koordinasi penanganan bencana Sumatera di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).
"Untuk itu saya akan persilakan mulai saat ini kepada Pak Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera kemudian untuk memimpin sampai dengan selesainya bencana di Sumatera", ujar Dasco.
Satgas Galapana DPR tetap terlibat, namun berperan sebagai pendukung dengan menjalankan fungsi pengawasan, koordinasi, dan penganggaran sesuai tugas DPR.
Tito menjelaskan, Keputusan Presiden terkait pembentukan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera diterima pihaknya pada Jum'at (9/1/2026), sehari setelah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto. Satgas tersebut dibentuk untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, meskipun saat ini sebagian wilayah masih berada dalam fase tanggap darurat.
Ia juga mengapresiasi kinerja Satgas Galapana DPR dan kementerian/lembaga terkait yang telah bekerja selama sekitar 10 hari sejak posko dibuka di Aceh. Menurut Tito, pembentukan Satgas nasional diperlukan agar penanganan bencana di Sumatera dapat dilakukan secara terkoordinasi dan menyeluruh.
Setelah ditunjuk sebagai pimpinan Satgas, Tito langsung mengajukan permintaan penambahan personel untuk mempercepat pembersihan lumpur pascabanjir dan longsor. Ia meminta dukungan 5.000 personel Polri dan 10.000 personel TNI, terutama untuk membersihkan sungai, permukiman, fasilitas umum, serta gang-gang dan rumah warga.
Permintaan tersebut telah disampaikan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Staf Angkatan Darat. Tito menilai penambahan personel perlu dilakukan segera, mengingat momentum sebelum memasuki bulan Ramadan dan Idul Fitri. Ia menegaskan, jumlah personel yang sebelumnya diturunkan masih belum mencukupi untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak bencana di Sumatera.
@ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!