Santri Go Global: PBNU Buka Pelatihan Bahasa Inggris Gratis Plus IELTS

ED
Minggu, 18 Januari 2026 | 16:01 WIB
Bagikan
Santri Go Global: PBNU Buka Pelatihan Bahasa Inggris Gratis Plus IELTS

VISI.NEWS | BANDUNG - Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) resmi membuka pendaftaran pelatihan Bahasa Inggris bagi alumni pesantren. Program ini digelar bekerja sama dengan Gerakan Nasional Ayo Mondok, Lakpesdam PBNU, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), sebagai upaya mendorong santri agar mampu bersaing di level internasional.

Pelatihan bertajuk Foundation of English Language Training Programme ini secara khusus ditujukan bagi alumni pesantren yang memiliki cita-cita melanjutkan studi Islam ke luar negeri. Program ini dirancang bukan sekadar kursus bahasa, melainkan sebagai bekal strategis untuk membuka akses beasiswa internasional.

Pengurus RMI PBNU, Ulun Nuha, menegaskan bahwa penguasaan Bahasa Inggris menjadi kunci penting bagi santri yang ingin menempuh pendidikan tinggi global. Menurutnya, RMI ingin menjadikan kemampuan bahasa sebagai “kail” agar alumni pesantren mampu meraih peluang beasiswa studi Islam di luar negeri. “Intinya kami ingin memberi kesempatan santri agar siap bersaing secara global,” ujar Gus Ulun, Minggu (18/1/2026).

Ia menambahkan, banyak santri memiliki kapasitas keilmuan Islam yang kuat, namun kerap terhambat oleh kemampuan bahasa asing. Karena itu, program ini diharapkan mampu menjembatani potensi akademik santri dengan standar internasional yang mensyaratkan kemampuan Bahasa Inggris.

Anggota Tim Support Program Pelatihan Bahasa Inggris, Oktaviani Putri Nur Hamidah, menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan akan berlangsung mulai 1 Februari hingga akhir April 2026. Kelas akan dilaksanakan secara daring pada hari kerja, dari Senin hingga Jumat, selama tiga bulan penuh.

Program ini memiliki kuota terbatas. Hanya 10 peserta terpilih yang akan mengikuti pelatihan secara intensif. Menariknya, peserta yang dinyatakan lulus dan mengikuti kelas secara tuntas akan mendapatkan fasilitas tes IELTS gratis, yang selama ini dikenal memiliki biaya tinggi.

Tahapan seleksi telah dijadwalkan secara ketat. Pendaftaran dibuka pada 17–21 Januari 2026, dilanjutkan dengan proses seleksi pada 23–27 Januari 2026, dan hasil seleksi akan diumumkan pada 29 Januari 2026. Panitia menegaskan seleksi dilakukan untuk memastikan peserta benar-benar siap dan berkomitmen.

Adapun kualifikasi peserta mencakup beberapa syarat utama. Peserta harus memiliki kemampuan dasar Bahasa Inggris, dengan sertifikat TOEFL atau IELTS sebagai nilai tambah. Selain itu, peserta wajib berlatar belakang pesantren dan memiliki rencana melanjutkan studi Islam jenjang S2 atau S3 di luar negeri.

Sistem pelatihan dirancang secara personal dan intensif. Setiap peserta akan didampingi satu tutor khusus, dengan jadwal yang disepakati bersama. Tatap muka daring dilakukan selama satu jam, dilanjutkan dengan tugas latihan IELTS yang wajib diselesaikan sebelum pertemuan berikutnya.

Panitia juga menetapkan aturan disiplin yang tegas. Peserta yang tidak menghadiri lebih dari tiga kali pertemuan berhak digugurkan dan digantikan peserta lain. Dengan skema ini, RMI PBNU berharap lahir alumni pesantren yang tidak hanya kuat dalam keilmuan Islam, tetapi juga siap menembus panggung akademik dunia.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.