Samin Bernasib Apes, Uang Tabungan untuk Ibadah Haji Dimangsa Rayap
"Uang itu hasil jerih payah saya menjadi penjaga sekolah. Sehari-hari saya membuat minuman untuk para guru. Kadang-kadang saya mendapat upah, kalau membuat minuman saat ada pertemuan guru dengan wali murid atau ada rapat guru," tutur Samin.
Penjaga sekolah yang merupakan bapak 2 anak itu, menyimpan celengan plastik itu di rak buku di ruang tengah rumahnya. Selama ini, suami isteri Samin tidak menduga di rak buku yang dia anggap aman ternyata merupakan sarang rayap. Samin bersama isteri, pada Selasa siang membawa uang rusak dimakan rayap itu ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo. Di depan Kepala KPw BI Solo, Nugroho Joko Prastowo, beserta staf, Samin minta kebijakan agar uangnya yang dimangsa rayap bisa ditukar.
Nugroho menyatakan di depan wartawan, kasus uang rusak dimakan rayap yang menimpa Samin, merupakan kasus khusus karena tidak ada unsur kesengajaan.
"Uang rusak karena dimakan rayap termasuk kasus khusus, seperti uang para pedagang pasar korban kebakaran. BI akan membantu, tetapi tetap harus melalui prosedur penukaran uang rusak yang berlaku," ujar kepala KPw BI Solo itu.
Dia mengungkapkan, ketentuan penggantian uang rusak adalah terhadap dua per tiga bagian uang yang diukur secara manual maupun menggunakan peralatan scanner.
"Saya minta Pak Samin menyambung-nyambung uang yang hancur supaya menjadi dua per tiga. Kami akan membantu kemudahan penukarannya," sambung Nugroho.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!