Sambo - Putri, Riwayatmu Kini

ED
Minggu, 21 Agustus 2022 | 12:27 WIB
Bagikan
Sambo - Putri, Riwayatmu Kini

Tidak bisa cukup hanya Kapolri bicara stop kepada seluruh jajarannya di pusat dan daerah untuk menyelesaikan dampak kerusakannya. Ini jelas kultur yang tidak mudah mengatasinya. "Ala bisa karena biasa" kata pepatah. Sambo benar dalam satu hal ini : penyimpangan yang dilakukan seorang perwira polisi, dua pangkat di atasnya harus ikut bertanggung jawab.

Perbuatan Sambo dan istri serta para tersangka adalah perbuatan yang melampaui batas. Kita sudah lama merasakan penderitaan atas sikap para penguasa yang melampaui batas. Ini terjadi di hampir seluruh lini kehidupan kita. Dipraktekkan oleh penguasa di wilayah kekuasaannya masing- masing.

Di bidang ekonomi lebih parah lagi. Pelaku penghilangan dan barang - barang kebutuhan pokok masyarakat sehingga harganya melambung tak terjangkau, hampir tidak tersentuh oleh hukum.

Di ranah politik Indonesia juga menjadi tempatnya perbuatan melampaui batas terjadi. Kita menyaksikan secara terang benderang perbuatan para politisi yang tidak amanah. Sesukanya menyelewengkan amanah konstitusi dan mempermainkan rakyat dengan menunggangi alasan demokrasi. Seenaknya mengatur siapa yang menurut mereka pantas memimpin dan mengenyahkan yang tidak sejalan untuk memimpin bangsa dengan pelbagai kecurangan yang dibungkus rapi, terjadi di depan mata.

Dalam kitab suci agama manapun terdapat nasihat agar manusia tidak berbuat melampaui batas. Secara spesifik dalam agama Islam, perilaku melampaui batas ini disebut "ghuluw" yaitu sikap yang tercela. Ghuluw sama sekali tidak akan mendatangkan kebaikan bagi pelakunya; juga tidak akan membuahkan hasil yang baik dalam segala urusan.

Kembali ke Sambo dan Putri. Keduanya tidak akan lagi menikmati hak- hak istimewa sebagai pejabat negara. Tinggallah pengalaman traumatis itu dipikul dipundak tiga anak-anaknya yang masih remaja dan keluarga besarnya. Sewaktu Putri Chandrawati (49) bersama seorang anaknya dan pengacaranya, Minggu (7/8/2022) malam mendatangi Mako Brimob di Kelapa Dua, pasti dia sudah merasakan tanda- tanda kejatuhannya. Dia menghadapi dunia sudah terbalik.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.