Salah Rute, Pesawat Korea Ditembak Jet Tempur, 269 Tewas

Desi Rossilawati
Selasa, 1 September 2026 | 16:27 WIB
Bagikan
Salah Rute, Pesawat Korea Ditembak Jet Tempur, 269 Tewas

Ilustrasi./visi.news/

VISI.NEWS - Sebuah pesawat penumpang Korean Air Lines 007 (KAL 007) ditembak jatuh jet tempur Uni Soviet setelah keluar dari jalur penerbangan dan memasuki wilayah udara yang dianggap sensitif. Sebanyak 269 orang di dalam pesawat tewas dalam insiden yang terjadi pada Selasa (1/9/1983) atau 43 tahun lalu.

KAL 007 merupakan pesawat Boeing 747 yang melayani penerbangan jarak jauh dari New York, Amerika Serikat, menuju Seoul, Korea Selatan. Pesawat tersebut membawa 240 penumpang dan 29 awak.

Penerbangan yang berlangsung pada 1 September 1983 itu awalnya berjalan normal. Pesawat sempat singgah di Anchorage, Alaska, sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Seoul.

Namun, setelah kembali mengudara, KAL 007 menyimpang jauh dari jalur penerbangan yang seharusnya. Tanpa disadari awak pesawat, KAL 007 kemudian memasuki wilayah udara Uni Soviet dan melintasi kawasan militer yang sangat sensitif di Timur Jauh Soviet.

Keberadaan pesawat tersebut kemudian terdeteksi radar militer Soviet. Militer Uni Soviet mengirim jet tempur untuk melakukan pencegatan. Namun, upaya komunikasi dan peringatan tidak berhasil membuat pesawat sipil tersebut mengubah jalurnya.

Situasi kemudian berakhir tragis setelah jet tempur Soviet menembakkan rudal ke arah KAL 007. Pesawat tersebut jatuh ke perairan Laut Jepang.

"Sekitar 12 menit setelah KAL 007 jatuh, serpihan pesawat ditemukan. Tidak ada satu pun dari 269 orang di dalamnya yang selamat,"ungkap dokumen Asosiasi Penumpang dan Keluarga Korban KAL 007.

Insiden tersebut kemudian memicu kecaman internasional. Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan yang menjabat pada 1981-1989 menyatakan penembakan terhadap pesawat sipil tersebut tidak dapat dibenarkan dan mengecam tindakan Uni Soviet.

Setelah insiden itu, seluruh penerbangan Soviet menuju Amerika Serikat dihentikan. Sebagian kerja sama diplomatik kedua negara juga diputus.

Sementara itu, pemerintah Soviet menyatakan tindakan tersebut berkaitan dengan alasan keamanan nasional. Pesawat KAL 007 diketahui telah memasuki wilayah udara yang dilarang dan terbang mendekati sejumlah instalasi militer strategis.

Situasi semakin rumit karena jalur penerbangan KAL 007 diketahui mendekati rute yang pernah digunakan dalam operasi pesawat mata-mata Amerika Serikat. Kondisi tersebut diduga turut membuat militer Soviet mencurigai pesawat penumpang tersebut sebagai bagian dari operasi intelijen.

Penyebab KAL 007 Keluar Jalur

Hingga kini, penyebab pasti KAL 007 menyimpang dari jalur penerbangan normal masih menjadi persoalan yang dibahas. Mengutip Britannica, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) kemudian mengemukakan dua kemungkinan yang berkaitan dengan kesalahan manusia dalam sistem navigasi.

Kemungkinan pertama adalah autopilot pesawat berada dalam mode 'heading', bukan menggunakan sistem navigasi inersia atau Inertial Navigation System (INS). Jika berada dalam mode tersebut, arah penerbangan pesawat tidak akan otomatis menyesuaikan sejumlah faktor, termasuk kondisi angin.

Kemungkinan kedua adalah adanya kesalahan ketika pilot memasukkan angka ke dalam sistem navigasi pesawat.

Tragedi KAL 007 kemudian menjadi salah satu peristiwa yang mendorong perhatian terhadap keselamatan penerbangan sipil. Dari kejadian tersebut, dunia kemudian menyepakati pesawat sipil yang sedang terbang tidak boleh langsung ditembak senjata, sekalipun masuk wilayah terlarang.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.