Ketua PN Tangerang Promosi, Seorang Hakim Beralih Tugas ke Bandung 28 Aug 2026 Garis Polisi di Lahan Sengketa Gumuk Lesung Hilang, Warga Minta Kejelasan 28 Aug 2026 ASAI Hotels Buka di Malaysia, Terbesar di Dunia 28 Aug 2026 Daging Ayam Tembus Rp40 Ribu, Jadi Perhatian Pemkot Bandung 28 Aug 2026 Cuaca Bandung Jumat 28 Agustus 2026, Cerah hingga 31 Derajat Celsius 28 Aug 2026 Amin Ak: APBN 2027 Harus Perkuat Sektor Riil dan UMKM 27 Aug 2026 206 Nakes Dikirim ke Flores, Netty Soroti Keselamatan Tenaga Kesehatan 27 Aug 2026 Puteri Komarudin Dukung Kepemimpinan Perempuan di Bank Indonesia 27 Aug 2026 Jual SIM Palsu, Pria di Sukabumi Dibekuk Polisi 27 Aug 2026 Ketua Komisi B DPRD Jember Laporkan Dugaan Perusakan Gumuk Lumpang ke Polres Jember 27 Aug 2026 Ketua PN Tangerang Promosi, Seorang Hakim Beralih Tugas ke Bandung 28 Aug 2026 Garis Polisi di Lahan Sengketa Gumuk Lesung Hilang, Warga Minta Kejelasan 28 Aug 2026 ASAI Hotels Buka di Malaysia, Terbesar di Dunia 28 Aug 2026 Daging Ayam Tembus Rp40 Ribu, Jadi Perhatian Pemkot Bandung 28 Aug 2026 Cuaca Bandung Jumat 28 Agustus 2026, Cerah hingga 31 Derajat Celsius 28 Aug 2026 Amin Ak: APBN 2027 Harus Perkuat Sektor Riil dan UMKM 27 Aug 2026 206 Nakes Dikirim ke Flores, Netty Soroti Keselamatan Tenaga Kesehatan 27 Aug 2026 Puteri Komarudin Dukung Kepemimpinan Perempuan di Bank Indonesia 27 Aug 2026 Jual SIM Palsu, Pria di Sukabumi Dibekuk Polisi 27 Aug 2026 Ketua Komisi B DPRD Jember Laporkan Dugaan Perusakan Gumuk Lumpang ke Polres Jember 27 Aug 2026

Saham BUMI Ambruk di Tengah Tekanan Besar IHSG

Desi Rossilawati
Selasa, 19 Mei 2026 | 14:02 WIB
Bagikan
Saham BUMI Ambruk di Tengah Tekanan Besar IHSG

Ilustrasi./visi.news/topbusiness.id.

VISI.NEWS | BANDUNG - Saham PT Bumi Resources Tbk atau BUMI berbalik arah melemah tajam pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa (19/5/2026). Koreksi saham emiten batu bara milik Grup Bakrie itu terjadi di tengah tekanan besar yang melanda pasar saham Indonesia.

Mengutip data perdagangan, saham BUMI ditutup turun 9,22 persen ke level Rp187 per saham. Padahal pada awal perdagangan, saham ini sempat bergerak di zona hijau dan dibuka naik menjadi Rp208 per saham sebelum akhirnya berbalik melemah.

Pergerakan saham BUMI mencerminkan tingginya tekanan jual di pasar. Saham tersebut sempat menyentuh level tertinggi Rp212 dan terendah Rp181 per saham dengan nilai transaksi mencapai Rp1,1 triliun. BUMI juga menjadi salah satu saham paling aktif diperdagangkan sepanjang sesi pertama.

Pelemahan BUMI terjadi bersamaan dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang turun lebih dari 3 persen ke level 6.396,2. Hampir seluruh sektor saham berada di zona merah, terutama sektor bahan baku dan energi yang mengalami tekanan paling besar.

Kondisi tersebut dipicu kombinasi sentimen negatif global dan domestik. Salah satu faktor utama adalah kekhawatiran investor terhadap saham saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration yang menjadi sorotan lembaga indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah yang kembali menyentuh kisaran Rp17.700 per dolar AS juga memperburuk sentimen pasar. Investor terlihat cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di pasar domestik.

Tekanan terhadap saham batu bara seperti BUMI juga tidak lepas dari aksi profit taking dan kekhawatiran terhadap volatilitas sektor komoditas di tengah situasi ekonomi global yang belum stabil.

Meski demikian, tingginya frekuensi dan nilai transaksi pada saham BUMI menunjukkan minat investor terhadap saham ini masih besar. Aktivitas perdagangan yang tinggi sering kali mencerminkan adanya pertarungan kuat antara aksi jual dan aksi beli di pasar.

Selain BUMI, sejumlah saham energi dan komoditas lain seperti ADRO juga mengalami pelemahan signifikan. Situasi ini memperlihatkan pasar saat ini sangat sensitif terhadap isu likuiditas, arus dana asing, serta persepsi risiko investor global terhadap pasar Indonesia.

Pelaku pasar kini menunggu langkah lanjutan dari regulator dan otoritas keuangan untuk menjaga stabilitas pasar modal di tengah tekanan yang masih berlangsung. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.