Rusia Dikecualikan dari Tarif Trump, Ini Alasannya
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 10 April 2025 | 22:10 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menggegerkan dunia perdagangan dengan menerapkan kenaikan tarif impor terhadap hampir semua negara. Langkah ini bahkan mencakup negara-negara besar seperti China, sekutu dekat seperti Kanada dan negara-negara Uni Eropa, hingga pulau-pulau kecil tak berpenghuni seperti Heard Island dan McDonald Islands.
Namun menariknya, Rusia yang merupakan sekutu strategis China dan tengah dikenai sanksi berat oleh AS atas invasinya ke Ukraina sejak 2022, tidak termasuk dalam daftar negara yang dikenai tarif baru oleh Trump.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menjelaskan bahwa pengecualian ini didasarkan pada fakta bahwa Rusia masih berada di bawah sanksi ekonomi yang ketat dari Washington. Negara-negara lain yang juga luput dari kenaikan tarif termasuk Belarusia, Kuba, dan Korea Utara karena alasan serupa.
Meski demikian, AS masih melakukan perdagangan terbatas dengan Rusia, terutama dalam komoditas seperti bahan kimia radioaktif, pupuk nitrogen, dan logam mulia seperti platinum. Nilai perdagangan AS-Rusia mencapai sekitar USD 3,5 miliar pada tahun sebelumnya, angka yang tetap lebih besar dibandingkan dengan perdagangan AS dengan negara-negara kecil seperti Fiji, Paraguay, dan Albania.
Di sisi lain, Trump tetap menekan Rusia secara politik.
"Apabila Rusia dan saya tidak berhasil membuat kesepakatan untuk menyetop pertumpahan darah di Ukraina dan saya pikir itu adalah kesalahan Rusia, mungkin juga tidak. Tetapi jika itu adalah kesalahan Rusia, saya akan mengenakan tarif sekunder pada minyak, pada semua minyak yang datang dari Rusia," ujar Trump pada saat wawancara eksklusif dengan NBC.
Ia menyatakan bahwa jika Presiden Vladimir Putin gagal memenuhi kesepakatan gencatan senjata di Ukraina, AS akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 25–50 persen terhadap seluruh minyak Rusia, termasuk ancaman terhadap negara-negara yang membeli minyak dari Rusia agar tidak bisa berbisnis di AS. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!