Koalisi Media Berkelanjutan Satukan Empat Pilar 31 Jul 2026 Aplikasi Sentuh Tanahku, ATR/BPN Raih Penghargaan Digital Excellence Awards 2026 31 Jul 2026 Kapolsek Gumukmas Tegaskan Tambang Galian C Purwoasri Dihentikan, Lahan Masih Dalam Sengketa 31 Jul 2026 Rafi Rasyiq Naik Kelas! Igor Tolic Berani Rotasi Besar Meski PERSIB Sudah Lolos 31 Jul 2026 Tim Garuda Mengamuk di Babak Akhir! Indonesia Taklukkan Timor-Leste 3-0 31 Jul 2026 UOB Indonesia dan Suryacipta Perkuat Kolaborasi, Bidik Investasi Asing Berkualitas ke Indonesia 31 Jul 2026 Kredit Tumbuh 11 Persen, Laba Bersih OCBC Capai Rp2,7 Triliun pada Semester I 2026 31 Jul 2026 VinFast Hadirkan Ekosistem Kendaraan Listrik Lengkap di GIIAS 2026 31 Jul 2026 Indonesia Incar Kemenangan Kedua, Mitch Baker Jadi Andalan Hadapi Timor-Leste 31 Jul 2026 Xuân Son Kejar Mimpi Piala Dunia, Siap Antar Vietnam Pertahankan Gelar ASEAN 31 Jul 2026 Koalisi Media Berkelanjutan Satukan Empat Pilar 31 Jul 2026 Aplikasi Sentuh Tanahku, ATR/BPN Raih Penghargaan Digital Excellence Awards 2026 31 Jul 2026 Kapolsek Gumukmas Tegaskan Tambang Galian C Purwoasri Dihentikan, Lahan Masih Dalam Sengketa 31 Jul 2026 Rafi Rasyiq Naik Kelas! Igor Tolic Berani Rotasi Besar Meski PERSIB Sudah Lolos 31 Jul 2026 Tim Garuda Mengamuk di Babak Akhir! Indonesia Taklukkan Timor-Leste 3-0 31 Jul 2026 UOB Indonesia dan Suryacipta Perkuat Kolaborasi, Bidik Investasi Asing Berkualitas ke Indonesia 31 Jul 2026 Kredit Tumbuh 11 Persen, Laba Bersih OCBC Capai Rp2,7 Triliun pada Semester I 2026 31 Jul 2026 VinFast Hadirkan Ekosistem Kendaraan Listrik Lengkap di GIIAS 2026 31 Jul 2026 Indonesia Incar Kemenangan Kedua, Mitch Baker Jadi Andalan Hadapi Timor-Leste 31 Jul 2026 Xuân Son Kejar Mimpi Piala Dunia, Siap Antar Vietnam Pertahankan Gelar ASEAN 31 Jul 2026

Rupiah Menguat Tipis, BI dan Pemerintah Perkuat Koordinasi

Desi Rossilawati
Sabtu, 6 Juni 2026 | 15:31 WIB
Bagikan
Rupiah Menguat Tipis, BI dan Pemerintah Perkuat Koordinasi

Nilai tukar rupiah./visi.news/ist.

VISI.NEWS |  JAKARTA - Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis pada akhir pekan di tengah perhatian pasar terhadap pergerakan mata uang nasional yang masih berada di level psikologis tinggi terhadap dollar Amerika Serikat. Di balik pergerakan tersebut, pemerintah dan Bank Indonesia menegaskan komitmen untuk memperkuat koordinasi guna menjaga stabilitas nilai tukar dan kepercayaan pasar.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 13 poin atau 0,07 persen ke level Rp18.036 per dollar AS pada Sabtu (6/6/2026). Meski demikian, pergerakan di pasar global masih menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi dengan sejumlah platform mencatat rupiah sempat berada di atas level Rp18.100 per dollar AS.

Perbedaan data tersebut terjadi karena Bloomberg mengacu pada perdagangan pasar spot domestik yang berakhir pukul 16.00 WIB, sementara platform internasional mengikuti transaksi yang masih berlangsung di pasar global.

Di tengah tekanan yang masih membayangi rupiah, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi fokus utama pemerintah dan bank sentral. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan nasional.

“Kami tegaskan bahwa koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat keras bagaimana sama-sama menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry dalam keterangannya dikutip, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Perry, penguatan koordinasi kini diarahkan secara khusus pada upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pemerintah dan Bank Indonesia berupaya memastikan kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras sehingga mampu memberikan respons yang lebih efektif terhadap dinamika ekonomi global.

“Penguatan koordinasi fiskal moneter itu terus kita lakukan dan saat ini adalah memang difokuskan bagaimana fiskal dan moneter seirama saling mendukung, saling memperkuat dengan kewenangan masing-masing untuk memperkuat upaya-upaya bersama melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah,” jelasnya.

Ada dua strategi utama yang menjadi perhatian. Pertama, meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik agar aliran modal asing kembali masuk ke Indonesia. Langkah ini ditempuh setelah kenaikan suku bunga global memicu arus keluar modal dari pasar saham maupun Surat Berharga Negara.

“Pertama adalah meningkatkan daya tarik atau imbal hasil supaya portfolio inflow kembali masuk. Dengan kenaikan bunga luar negeri memang itu ada outflow Ada saham dan SBN,” jelasnya.

Strategi kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan. Pemerintah akan tetap menempatkan dana kas di Bank Indonesia, sementara bank sentral meningkatkan remunerasi atas dana tersebut untuk menjaga efektivitas operasi moneter.

“Dengan demikian, operasi moneter tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sementara operasi fiskal juga tetap mendukung,” lanjut Perry.

Penguatan koordinasi tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah dan Bank Indonesia berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas pasar keuangan dan pertumbuhan ekonomi. Di tengah ketidakpastian global, konsistensi kebijakan dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.