Rumah Terdampak Longsor di Kutawaringin Segera Direlokasi

Desi Rossilawati
Kamis, 10 September 2026 | 14:50 WIB
Bagikan
Rumah Terdampak Longsor di Kutawaringin Segera Direlokasi

Lokasi longsor di Kutawaringin, Kabupaten Bandung./visi.news/ist.

VISI.NEWSPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung akan memindahkan dua rumah yang mengalami rusak berat akibat longsor di Kampung Bojongloa Pojok, Kecamatan Kutawaringin. Penanganan terhadap rumah dan warga terdampak dilakukan secara pentahelix.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengatakan penanganan bencana perlu dilakukan secara kolaboratif dengan menyesuaikan kewenangan dan ketentuan dalam penggunaan anggaran.

"Pertama, ini dilakukan secara pentahelix. Kenapa karena memang kondisi anggaran kita masing-masing punya keterbatasan," ujar Kang DS sapaan akrab Bupati Bandung , Kamis (10/9/2026).

Kang DS juga mengapresiasi langkah warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani karena melakukan gotong royong untuk menutup sementara saluran irigasi yang jebol. Pemkab Bandung turut memberikan bantuan untuk penanganan sementara tersebut.

"Alhamdulillah, tapi saya sudah melihat ini kekompakan para petani, ada 300 orang sudah melakukan gotong royong. Kita berikan karungnya, nah dan langsung diisi untuk penanganan sementara," katanya.

Selain itu, Dadang memberikan bantuan uang kepada penghuni lima rumah yang terdampak. Bantuan tersebut diberikan agar warga dapat mengontrak tempat tinggal sementara selama tiga bulan ke depan.

"Untuk itu, ini sudah kita berikan tadi untuk 5 penghuni supaya ngontrak dulu, jangan sampai ada kejadian susulan," jelasnya.

Kang DS mengatakan dua rumah yang mengalami rusak berat diharapkan segera pindah. Kedua rumah tersebut berada di dekat sempadan sungai terusan Leuwi Kuya sehingga dinilai memiliki risiko apabila terjadi kejadian susulan.

"Terus dua rumah (rusak berat) ini, diharapkan pindah lokasi karena memang sempadannya dekat dengan pinggir sungai atau pinggir irigasi Leuwi Kuya. Dua rumah ini, relokasi. Kenapa? Karena memang khawatir jangan sampai kita sudah berikan bantuan, ternyata ada kekhawatiran lanjutan, lokasinya mengkhawatirkan," ungkapnya.

Sebanyak 10 rumah yang terdampak akan ditangani melalui skema pentahelix dengan melibatkan Pemkab Bandung dan Baznas Kabupaten Bandung.

Kang DS menjelaskan pembagian penanganannya dilakukan sebagai berikut:

"Sehingga tadi sudah ada pembagian, 2 unit rumah ini dikelola atau diselesaikan melalui Baznas Kabupaten Bandung, dan 8 unit oleh kita. Insya Allah secepatnya nanti kita koordinasi secara teknis," katanya.

Untuk penanganan jangka panjang, Pemkab Bandung akan mendorong pemerintah pusat memperbaiki Daerah Irigasi (DI) Leuwi Kuya.

Kang DS mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan Sekretaris Direktorat Jenderal terkait, Dani, untuk menyampaikan kondisi irigasi tersebut.

Usulan penanganan selanjutnya akan diproses melalui program Sipuri dengan koordinasi bersama BBWS Sungai Citarum, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

"Insyaallah tahun ini secara serentak kurang lebih Rp334 miliar program ini akan masuk ke Kabupaten Bandung. Dengan karya bareng, gotong royong, dan kekompakan, saya kira ini bisa selesai," kata Kang DS.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.