RMI NU Kab. Bandung Kunjungi Pesantren Yaspida yang Luas, Ini Pesan Kiai Mubarok
VISI.NEWS | SUKABUMI – Pengurus Cabang Robithoh Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PC RMI NU) Kab. Bandung melakukan Study Banding ke Pondok Pesantren Terpadu Darussifa Al-fithroh atau sering juga dikenal dengan sebutan Yaspida di Kp. Renged RT 19/04 Desa CipetirCipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
“Wow, pesantrennya luas banget lahannya,” ucap H. Budi Ketua RMI Kab. Bandung, Sabtu (8/9/2023)
Pedantren tersebut berada di atas lahan seluas 105 hektar. Di atas lahan itu, Yaspida terus mengembangkan potensi-potensi yang bisa menunjang kemajuan pesantren khususnya dan dakwah Islam.
Saking luasnya, rombongan RMI sempat beberapa kali salah berhenti untuk menuju tempat acara.
Kunjungan yang dilakukan pada Kamis, 6 Juli 2023 sekitar pukul 09.00 lalu itu, kata Budi, jajaran RMI Kabupaten Bandung disambut baik dan hangat oleh jajaran kepengurusan yang sedang menunggu di Auditorium,
Sekitar 16 orang pengurus RMI bertolak ke Yaspida guna study banding bagaimana tata kelola dan program apa saja yang ditawarkan di sana.
Pesantren yang didirikan, Jumat, 4 Juni 1999 itu sudah memiliki beberapa jenjang pendidikan formal dan aset yang cukup besar.
Jenjang pendidikan yang telah ada diantaranya SD Islam, SMP Islam Terpadu, SMK Terpadu 1, Madrasah Aliyah Plus bahkan ada juga Institut Agama Islam Sukabumi (IAIS) dan lain sebagainya. “Alhamdulilah sekarang ada sekitar 4.000 lebih santri yang berada disini,” kata salah satu pengurus.
Selain pendidikan yang menjadi landasan utama, Budi mengatakan, Yaspida juga mengembangkan beberapa sektor ekonomi untuk menunjang pergerakan, diantaranya koperasi, air mineral, peternakan, perikanan dan lain sebagainya.
Kediaman Pimpinan Ponpes
Setelah dari Auditorium rombongan RMI bersilaturahmi ke kediaman pimpinan pesantren Dr. KH. E.S Mubarok, M.Sc, MM. dan di sambut hangat oleh beliau.
Pembicaraan yang ringan, hangat dan penuh keakraban diperlihatkan oleh Kiai Mubarok, sehingga para rombongan merasa akrab dan tidak canggung.
“Kita ngobrol yang senang-senang saja biar tidak stres,” ungkap Abah, sapaan Kiai Mubarok.
Abah sendiri memberikan input kepada RMI terkait perkembangan ekonomi di pesantren.
“Jangan terlalu banyak program tetapi tidak berjalan. Satu saja tapi istiqomah kemudian baru merambah kepada yang lainnya,” tutur Abah.
@muhamad huzni fadlilah
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!