Riset Akamai: Serangan Web API dan Aplikasi di Asia Pasifik Naik 65% Tahun Ini
Ancaman DDoS Layer 7: Dampak Serangan terhadap Pemilu di Media Sosial
Di wilayah APJ, serangan DDoS Layer 7 yang menyasar lapisan aplikasi situs web dan layanan online meningkat lima kali lipat selama setahun terakhir, yakni sebanyak 5,1 triliun serangan selama periode ini. Serangan tersebut membanjiri situs web dan layanan dengan banyaknya permintaan sehingga aksesnya menjadi lambat atau membuatnya tidak dapat diakses.
Para peretas sering kali menggunakan jenis serangan ini untuk mengacaukan berbagai ajang politik besar, misalnya pemilu, dan memanipulasi sentimen pemilih melalui platform media sosial. Mereka biasanya membanjiri sejumlah platform media sosial populer dengan banyak sekali permintaan web yang tampak normal dan membebani server-server tersebut. Dengan begitu, akses ke informasi kandidat, portal pendaftaran pemilih, dan bahkan informasi terbaru hasil pemilu pun terkendala.
Hal ini berpengaruh langsung terhadap perolehan suara atau persepsi publik terhadap proses pemilu. Dengan adanya penyelenggaraan pemilu di beberapa negara di wilayah APJ tahun ini, wilayah ini tentunya menjadi sasaran empuk. Para peretas mungkin saja menggunakan strategi ini untuk mengacaukan proses demokrasi penting tersebut lewat berbagai platform media sosial dan situs yang berhubungan dengan pemilu. Pemerintah dan para pelaku bisnis perlu memperkuat langkah-langkah keamanan siber mereka agar terlindungi dari ancaman semacam itu. Hal ini dapat dilakukan dengan mengambil langkah-langkah proaktif, seperti menerapkan teknologi mitigasi DDoS yang mumpuni, menyediakan infrastruktur penting yang memadai, serta mengedukasi masyarakat tentang potensi ancaman siber. Temuan-temuan penting lainnya dalam laporan ini mencakup: Sejak K1 2023 hingga K1 2024, tercatat adanya peningkatan serangan web sebesar 65% yang terus bertambah hingga kuartal berikutnya. Wilayah APJ, Australia (14,6 miliar), India (12 miliar), dan Singapura (10,7 miliar) mengalami serangan terhadap API dan aplikasi web terbanyak selama periode tersebut, diikuti Tiongkok (4,3 miliar), Jepang (4 miliar), Selandia Baru (2,1 miliar), Korea Selatan (1,6 miliar), dan Hong Kong SAR (1,5 miliar). Sejak April 2023 hingga Februari 2024, industri media sosial mengalami peningkatan serangan DDoS Layer 7 secara konsisten. Wilayah APJhanya menduduki urutan kedua setelah Amerika Utara dalam hal ancaman terhadap aplikasi web. Singapura mengalami jumlah serangan dengan konsentrasi tertinggi, yakni 2,9 triliun, diikuti India (959 miliar), Korea Selatan (544 miliar), Indonesia (260 miliar), Tiongkok (188 miliar), Jepang (83 miliar), Australia (74 miliar), dan Taiwan (50 miliar). Para peneliti dari Akamai menemukan fakta bahwa teknologi tinggi, perdagangan, dan media sosial merupakan tiga industri yang paling banyak menjadi target serangan DDoS Layer 7, dengan lebih dari 11 triliun serangan dalam kurun waktu 18 bulan di seluruh dunia. Demikian pula, wilayah APJ mengalami peningkatan serangan ini hingga lima kali lipat, dengan jumlah 5,1 triliun dalam kurun waktu yang sama. Serangan DDoS menyasar trafik melalui semua port dan protokol baik di lapisan infrastruktur maupun aplikasi. Hal ini meliputi Domain Name System (DNS), yang menurut riset Akamai merupakan komponen yang terlibat dalam hampir 60% peristiwa serangan DDoS. Industri perdagangan selama ini menjadi korban serangan terhadap API dan aplikasi web terbanyak, dengan jumlah serangan dua kali lipat lebih banyak dibandingkan sektor lainnya (teknologi tinggi berada di urutan kedua). Di wilayah APJ, tren ini sejalan dengan laporan sebelumnya, yang mana sektor jasa keuangan dan perdagangan melaporkan paling banyak mengalami peristiwa serangan web. Local File Inclusion (LFI), Cross-Site Scripting (XSS), SQL injection (SQLi), Command injection (CMDi), dan Server-Side Request Forgery (SSRF) masih menjadi jenis-jenis serangan paling umum yang menyasar aplikasi bisnis dan API.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!