Ribuan Santri Bersatu dalam Istighosah “Doa Santri untuk Negeri” Sambut Hari Santri Nasional 2025
Dalam kesempatan tersebut, Miftachul Akhyar menegaskan bahwa kesantrian bukanlah sekadar status administratif, melainkan identitas spiritual yang melekat sepanjang hayat. Ia menegaskan bahwa "Sekali santri, tetap santri", mengingat bahwa santri sejati tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga pada akhlak dan pengabdian sepanjang hidup.
“Sekali santri, tetap santri. Kesantrian bukan soal tempat mondok atau seragam, tetapi soal akhlak dan pengabdian. Santri sejati terus belajar dan berkhidmah kepada Allah sepanjang hidupnya,” tegas Miftachul Akhyar, yang ingin menegaskan bahwa peran santri adalah sebuah perjalanan hidup yang tak terbatas pada waktu atau tempat.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam pidatonya menyampaikan pesan harapan bagi masa depan pesantren dan santri di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa pesantren bukan hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat lahirnya peradaban, nilai, dan moral bangsa Indonesia.
“Semoga Allah memberkahi kita semua, menjadikan para santri cahaya bangsa, dan pesantren sebagai sumber peradaban Indonesia,” doa Nasaruddin Umar, berharap agar santri dapat terus menerangi jalan bangsa dan memajukan peradaban Indonesia melalui ilmu dan nilai-nilai yang mereka pegang teguh.
Puncak acara istighosah malam itu ditandai dengan doa bersama yang dipimpin oleh para kiai dari berbagai pesantren, baik yang hadir langsung di Masjid Istiqlal maupun yang bergabung secara daring dari seluruh provinsi di Indonesia. Doa ini diamini oleh ribuan santri yang hadir secara langsung dan melalui daring, sebagai tanda persatuan dan kekuatan doa seluruh umat untuk masa depan Indonesia.
Acara Istighosah Hari Santri 2025 dengan tema “Doa Santri untuk Negeri” ini menjadi momentum spiritual dan kebangsaan yang meneguhkan peran santri sebagai pilar moral bangsa, penjaga keutuhan negara, dan penopang masa depan Indonesia yang lebih baik.
@uliBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!