Ribu Anak di Jakarta Terlibat Judi Online, Pj Gubernur Minta Penanganan Serius

Desi Rossilawati
Rabu, 13 November 2024 | 20:40 WIB
Bagikan
Ribu Anak di Jakarta Terlibat Judi Online, Pj Gubernur Minta Penanganan Serius
VISI.NEWS | JAKARTA - Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 1.836 anak berusia hingga 17 tahun di Jakarta yang terjerat dalam perjudian online. Anggota DPRD Komisi E, Jhonny Simanjuntak, mendorong agar pihak sekolah dan orangtua bisa saling berkomunikasi untuk mengatasi dan mencegah keterlibatan anak-anak dalam judi online. Ia menekankan bahwa judi online merupakan masalah sosial yang serius, dan kini partisipasi dalam perjudian tersebut merambah ke berbagai kalangan usia, sehingga diperlukan tindakan tegas dari pemerintah untuk menangani masalah ini. "Ini kan masalah penyakit sosial. Penyakit sosial ini kan sudah melibatkan seluruh segmen masyarakat, termasuk juga dari tingkat usia. Menghadapi persoalan seperti ini kan pendekatan yang komperhensif harus dilakukan. Pertama dulu dari negara, pemerintah, memang betul-betul harus semacam ada political will untuk melakukan penegakkan hukum yang tegas," ujarnya. Jhonny menyatakan bahwa tidak hanya pemerintah yang berperan penting, tetapi juga diperlukan kolaborasi dari semua pihak, termasuk lembaga pendidikan dan orang tua. Ia menekankan pentingnya sekolah untuk lebih aktif dalam berdialog dengan orang tua mengenai upaya pencegahan dan penanggulangan masalah judi online di kalangan anak-anak. "Nah sesudah itu dilakukan, memang harus melibatkan seluruh stake holder negara kita ini, atau Jakarta ini. Oleh karena itu, sosialisasi yang dekat ke setiap orang itu harus dibangun, baik melalui lembaga-lembaga keagamaan. Khususnya di pendidikan, nah di pendidikan memang itu udah harus mulai ditekankan kepada anak-anak bekerjasama dengan orangtua," jelasnya. "Sekolah harus proaktif khusus memanggil orangtua membicarakan masalah ini. Karena memang bagaimanapun sekolah kan hanya bisa di sekolah memantau anak-anak. Dasar-dasar karakter di sekolah itu sudah harus dibangun sedemikian rupa," lanjutnya.
Dalam pernyataannya, dia menegaskan pentingnya sekolah mengadakan pertemuan rutin dengan orang tua siswa. Menurutnya, pendidikan tidak hanya sebatas aspek akademis, tetapi juga harus memperhatikan pengembangan karakter siswa.
"Harus kerjasama, makanya seperti yang saya katakan tadi, ada pertemuan-pertemuan periodik, khusus membicarakan hal-hal yang bersifat tematik lah. Tema apa yang kita bahas. Katakanlah judol ini menjadi sebuah fenomena yang begitu mengharu birukan kita, ini diajak orangtua bicara, ini loh keadaan sekarang. Sekolah kami hanya punya kemampuan seperti ini, kami di sekolah hanya bisa membangun bagaimana karakter menjadi orang-rang yang betul-betul baik dan sebagainya dan sebagainya," ucapnya. "Oleh karena itu sekolah harus punya perhatian lebih lah ya. Pembicaraan kita tentang pendidikan jangan hanya berbicara dari aspek akademik tok, tapi pembangunan karakter itu penting. Oleh karena itu, sosialisasi itu udah harus seluruh, dari mulai upacara bendera, pada saat pendidikan agama, pada saat misalnya, sekolah-sekolah kita harus ada lah kata-kata yang bisa membangun itu untuk membuat anak-anak waspada terhadap judol itu," imbuhnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.