Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM 20 Aug 2026 tridorian Buka Experience Center Gemini Enterprise di Singapura 20 Aug 2026 Garam Himalaya vs Laut, Mana Lebih Sehat? 20 Aug 2026 Transjakarta Alihkan Koridor 13 Imbas Kendala Teknis di Petukangan 20 Aug 2026 Review Harusnya Horor, Reza Arap Bawa AAA Clan ke Bioskop 20 Aug 2026 Indonesia-Kamboja Bentuk 'Indonesia Desk', Perangi Jaringan Scam Lintas Negara 20 Aug 2026 Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM 20 Aug 2026 tridorian Buka Experience Center Gemini Enterprise di Singapura 20 Aug 2026 Garam Himalaya vs Laut, Mana Lebih Sehat? 20 Aug 2026 Transjakarta Alihkan Koridor 13 Imbas Kendala Teknis di Petukangan 20 Aug 2026 Review Harusnya Horor, Reza Arap Bawa AAA Clan ke Bioskop 20 Aug 2026 Indonesia-Kamboja Bentuk 'Indonesia Desk', Perangi Jaringan Scam Lintas Negara 20 Aug 2026

Review Harusnya Horor, Reza Arap Bawa AAA Clan ke Bioskop

Desi Rossilawati
Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:26 WIB
Bagikan
Review Harusnya Horor, Reza Arap Bawa AAA Clan ke Bioskop

Harusnya Horor./visi.news/elshinta.

VISI.NEWS - YouTuber sekaligus artis Reza Arap menjalani debut sebagai sutradara melalui film terbarunya, Harusnya Horor, produksi Ess Jay Pictures. Film bergenre horor, komedi, dan drama tersebut mulai tayang di bioskop Indonesia, Kamis (20/8/2026).

Harusnya Horor juga menjadi wadah bagi para personel AAA Clan untuk berakting di layar lebar. Film tersebut sekaligus menjadi karya terakhir mendiang Lula Lahfah.

Film ini mengisahkan seorang pria bernama Mas yang meninggal dunia dalam keadaan penasaran. Setelah meninggal, Mas memiliki satu keinginan yang ingin diwujudkan, yakni menyaksikan anime kesukaannya.

Namun, untuk mewujudkan keinginannya tersebut, Mas harus menjalankan tugas dari alam baka, yakni menakuti 100.000 orang. Ia kemudian dikirim kembali ke dunia untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Dalam upayanya menakuti manusia, Mas justru mengalami kebingungan. Ia kemudian bertemu dengan sekelompok kreator konten yang ingin membuat konten viral demi mendapatkan keuntungan.

Kelompok tersebut dipimpin Jot bersama Gea, Kenzo, dan Cipuy. Mas dan kelompok kreator konten itu akhirnya bekerja sama membuat konten horor dengan tujuan menakuti banyak orang.

Meski mengangkat kisah tentang hantu bernama Mas, Harusnya Horor lebih banyak mengedepankan unsur komedi dibandingkan horor.

Karakter Mas yang digambarkan sebagai hantu penakut menjadi salah satu sumber kelucuan dalam film. Unsur komedi juga banyak muncul melalui karakter yang diperankan Reza Arap, Mister Aloy, Jot, dan Yuka Theo.

Film tersebut menghadirkan berbagai celetukan dan interaksi antarkarakter yang menjadi bagian dari komedi sepanjang cerita.

Bagi penonton yang mengikuti konten Marapthon, Harusnya Horor menghadirkan nuansa yang cukup familiar. Para personel AAA Clan seolah berpindah dari konten digital ke layar lebar.

Lelucon serta gaya interaksi yang biasa muncul dalam Marapthon juga terasa dalam film tersebut. Hal itu membuat penonton yang telah mengenal konten AAA Clan lebih mudah memahami sejumlah candaan yang disisipkan Reza Arap.

Perbedaannya, kali ini para personel AAA Clan harus membawa gaya tersebut ke dalam cerita dengan dialog dan karakter yang telah ditentukan.

Untuk para pemain yang sebagian besar baru pertama kali berakting dalam film, penampilan personel AAA Clan dinilai cukup baik dalam menjalankan karakter masing-masing.

Jot menjadi salah satu pemain yang cukup mencuri perhatian. Ia terlihat berusaha keluar dari zona nyamannya dan mampu membawa emosi sekaligus kelucuan dalam sejumlah adegan.

Menjelang akhir film, Jot juga menunjukkan sisi akting yang berbeda dibandingkan penampilannya sepanjang cerita. Adegan tersebut menjadi salah satu bagian yang berkaitan dengan perkembangan cerita.

Secara keseluruhan, Jot terlihat mampu membangun karakter dan emosi dalam adegan yang diperankannya.

Di balik dominasi komedi, Harusnya Horor tetap menghadirkan drama yang cukup kuat menjelang akhir cerita.

Salah satu momen emosional terjadi ketika Reza Arap sebagai Mas beradu akting dengan Lula Lahfah yang memerankan Gea. Adegan tersebut memberikan nuansa berbeda dibandingkan bagian-bagian sebelumnya.

Kehadiran Lula Lahfah dalam film menjadi perhatian tersendiri karena Harusnya Horor merupakan karya terakhirnya sebelum meninggal dunia. Hal tersebut membuat peran Lula dalam film memiliki makna tersendiri.

Secara keseluruhan, Harusnya Horor menawarkan perpaduan komedi, cerita ringan, serta drama pada bagian akhir. Film ini dapat menjadi pilihan bagi pencinta horor komedi, khususnya penggemar AAA Clan dan Marapthon.

Harusnya Horor mulai tayang di bioskop Indonesia, Kamis (20/8/2026).

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.