Respons Tuntutan Mahasiswa, Kapolres Sukabumi Kota Beberkan Capaian Kinerja
VISI.NEWS | SUKABUMI - Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi membeberkan capaian kinerjanya pasca 116 hari memimpin Polres Sukabumi Kota. Hal itu merespons 6 tuntutan aksi mahasiswa PMII yang mempertanyakan kinerja Polres Sukabumi Kota dalam mengatasi aksi kriminalitas, seperti geng motor, pembacokan, judi online, peredaran narkoba, minuman beralkohol hingga prostitusi online.
Di depan unsur Forkopimda Kota Sukabumi, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan awak media, Rita mengungkapkan ratusan pengungkapan berbagai kasus, mulai dari tindak pidana umum, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, curanmor, penipuan dan atau penggelapan, pengeroyokan dan penganiayaan, aksi kejahatan jalanan oleh berandalan bermotor, tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga pengungkapan kasus perjudian online (judol).
"Selaras dengan program Asta Cita Presiden RI, alhamdulilah, Polres Sukabumi Kota melalui Satuan Reserse Kriminal telah melakukan pengungkapan ratusan kasus, seperti aksi kejahatan jalanan oleh berandalan bermotor, pengeroyokan dan penganiayaan, judi online, penyalahgunaan dan peredaran narkoba, minuman beralkohol hingga TPPO," kata Rita saat memimpin konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota, Sabtu (9/11/2024).
Dari data yang berhasil dihimpun, Polres Sukabumi Kota berhasil melakukan pengungkapan 50 kasus yang terdiri dari : 4 kasus Sajam geng motor, 6 kasus pencurian dengan pemberatan, 2 kasus pornografi, 6 kasus pengeroyokan dan penganiayaan, 2 kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, 1 kasus perlindungan konsumen, 1 kasus pembunuhan, 3 kasus penggelapan dalam jabatan, 2 kasus judi online, 3 kasus penganiayaan, 3 kasus gembos ban dan pecah kaca, 1 kasus pemerkosaan, 2 kasus setubuhi anak di bawah umur, 1 kasus pengrusakan, 2 kasus uang palsu, 2 kasus pencurian dengan kekerasan, 1 kasus penembakan seni ilegal, 3 kasus korupsi, 2 kasus penipuan dan penggelapan, 1 kasus pencurian sepeda motor, 1 kasus pupuk bersubsidi dan 1 kasus TPPO.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!