Respons KDM Soal Kades di Sukabumi Jaminkan STNK ke Rumah Sakit
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 27 Mei 2025 | 18:18 WIB
VISI.NEWS | SUKABUMI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons soal kejadian kepala desa (kades) di Kabupaten Sukabumi menjaminkan STNK mobilnya ke rumah sakit demi membantu warganya.
Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi alias KDM itu mengatakan kejadian ini berawal ketika ada warga yang sakit dan harus dirawat di rumah sakit namun tidak memiliki KIS sehingga masuk dalam kategori pasien umum. Akan tetapi ketika selesai menjalani perawatan, warga itu tak mampu membayar biaya ke rumah sakit yang nilai tagihannya Rp 1,7 juta.
Kades itu pun menyerahkan uang pribadinya Rp 500 ribu dan akan segera melunasinya, sebagai jaminannya dia menyerahkan STNK mobilnya ke rumah sakit.
Dedi mengapresiasi tindakan yang telah dilakukan Heri Suryana, Kades Cikahuripan, Kecamatan Cisolok.
“Sebenarnya rumah sakit harus memberikan pelayanan kepada siapapun yang memerlukan pengobatan tanpa dia bicara apakah dia punya KIS atau tidak punya KIS, karena itu merupakan kewajiban kita sebagai penyelenggara negara,” kata Dedi dalam postingan Instagramnya.
Lebih lanjut, Dedi menyatakan kepala desa sebenarnya sangat mudah untuk berkoordinasi dengan dinas teknisnya, dinas kesehatan kabupaten atau dengan bupati.
“Saya tidak tahu di Sukabumi apa yang menjadi problem sampai hal seperti ini harus muncul ke permukaan seolah-olah merupakan peristiwa besar, hanya Rp 1,7 juta menjadi sesuatu yang begitu berat tertangani,” imbuhnya.
Bayar Biaya ke Rumah Sakit
Dedi menyatakan sudah mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening yang telah diserahkan oleh Kades Cikahuripan. Uang itu untuk membayar biaya perawatan rumah sakit dan biaya makan untuk keluarga warga yang telah dirawat itu. Dedi menegaskan agar kejadian ini menjadi perhatian agar para kepala desa membangun koordinasi yang baik dengan kepala daerah dalam hal ini Bupati Sukabumi serta kepala dinas. “Dan saatnya kita menjadi pemimpin yang melayani, bukan menjadi pemimpin yang dilayani dan menunggu datangnya informasi,” pungkasnya. @andriBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!