Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Respons KDM Soal Kades di Sukabumi Jaminkan STNK ke Rumah Sakit

Desi Rossilawati
Selasa, 27 Mei 2025 | 18:18 WIB
Bagikan
Respons KDM Soal Kades di Sukabumi Jaminkan STNK ke Rumah Sakit
VISI.NEWS | SUKABUMI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons soal kejadian kepala desa (kades) di Kabupaten Sukabumi menjaminkan STNK mobilnya ke rumah sakit demi membantu warganya. Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi alias KDM itu mengatakan kejadian ini berawal ketika ada warga yang sakit dan harus dirawat di rumah sakit namun tidak memiliki KIS sehingga masuk dalam kategori pasien umum. Akan tetapi ketika selesai menjalani perawatan, warga itu tak mampu membayar biaya ke rumah sakit yang nilai tagihannya Rp 1,7 juta. Kades itu pun menyerahkan uang pribadinya Rp 500 ribu dan akan segera melunasinya, sebagai jaminannya dia menyerahkan STNK mobilnya ke rumah sakit. Dedi mengapresiasi tindakan yang telah dilakukan Heri Suryana, Kades Cikahuripan, Kecamatan Cisolok. “Sebenarnya rumah sakit harus memberikan pelayanan kepada siapapun yang memerlukan pengobatan tanpa dia bicara apakah dia punya KIS atau tidak punya KIS, karena itu merupakan kewajiban kita sebagai penyelenggara negara,” kata Dedi dalam postingan Instagramnya. Lebih lanjut, Dedi menyatakan kepala desa sebenarnya sangat mudah untuk berkoordinasi dengan dinas teknisnya, dinas kesehatan kabupaten atau dengan bupati. “Saya tidak tahu di Sukabumi apa yang menjadi problem sampai hal seperti ini harus muncul ke permukaan seolah-olah merupakan peristiwa besar, hanya Rp 1,7 juta menjadi sesuatu yang begitu berat tertangani,” imbuhnya.

Bayar Biaya ke Rumah Sakit

Dedi menyatakan sudah mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening yang telah diserahkan oleh Kades Cikahuripan. Uang itu untuk membayar biaya perawatan rumah sakit dan biaya makan untuk keluarga warga yang telah dirawat itu. Dedi menegaskan agar kejadian ini menjadi perhatian agar para kepala desa membangun koordinasi yang baik dengan kepala daerah dalam hal ini Bupati Sukabumi serta kepala dinas. “Dan saatnya kita menjadi pemimpin yang melayani, bukan menjadi pemimpin yang dilayani dan menunggu datangnya informasi,” pungkasnya. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.