Respons India Usai Serangan Brutal di Kashmir
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 7 Mei 2025 | 22:30 WIB
VISI.NEWS | INDIA - Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, akhirnya angkat bicara soal serangan militer negaranya terhadap wilayah Pakistan. Menurutnya, India hanya menargetkan lokasi yang terbukti menjadi markas teroris, bukan warga sipil atau fasilitas militer Pakistan.
"Kami hanya menargetkan yang diketahui sebagai situs dan camp-camp teror. Kami tidak menargetkan warga sipil atau militer," ujarnya, Rabu (7/5/2025).
Pernyataan ini merespons serangan teroris pada 22 April lalu yang menewaskan 26 warga sipil India di Jammu dan Kashmir, termasuk turis, dalam insiden yang disebut sebagai 'pembunuhan brutal.'
Kedutaan Besar India di Jakarta juga merilis siaran pers yang menyatakan bahwa India memiliki bukti kuat termasuk data teknis, kesaksian saksi, dan hasil penyelidikan yang mengarah pada keterlibatan kelompok teroris yang bermarkas di Pakistan.
Sayangnya, kata pernyataan itu, alih-alih menindak, pemerintah Pakistan justru menolak tuduhan dan menuding India merekayasa serangan.
"Tindakan India bersifat terfokus dan tepat sasaran. Tindakan ini diambil secara terstruktur, bertanggung jawab dan dirancang agar tidak memicu eskalasi. Tidak ada sasaran sipil, ekonomi, maupun militer Pakistan yang diserang. Hanya kamp-kamp teroris yang sudah dikenal yang menjadi target." tulis pernyataan tersebut. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!