Rembug Bedas di Cimenyan, Bupati Bandung Kembali Sosialisasikan PSPKB Rp 100 Juta Per RW

ED
Selasa, 26 Desember 2023 | 14:27 WIB
Bagikan
Rembug Bedas di Cimenyan, Bupati Bandung Kembali Sosialisasikan PSPKB Rp 100 Juta Per RW

"Manfaatnya, dengan memiliki BPJS Ketenagakerjaan bila mana terjadi kecelakaan dicover oleh BPJS. Dan apabila meninggal dunia ahli warisnya mendapatkan santunan sebesar Rp 42 juta dan apabila kepesertaan BPJS sudah tiga tahun berturut-turut anaknya dapat beasiswa sebesar Rp 174 juta," tuturnya. Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggulirkan insentif guru ngaji sebesar Rp 109 miliar. "Ini anggaran terbesar di Indonesia," katanya.

Ia pun menyebutkan di Kecamatan Cimenyan membutuhkan sarana kesehatan yang memadai. "Bagaimana di Kecamatan Cimenyan sarana kesehatan untuk membantu masyarakat. Ini bisa menjadi prioritas," katanya. Pemkab Bandung tidak akan menghambat proses perizinan, khususnya dalam bidang pendidikan. Di Cimenyan perlu ada SLTA baru untuk kepentingan pendidikan masyarakat. "Lahannya sudah ada," katanya.

Di hadapan masyarakat, Kang DS menyebutkan bahwa program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan untuk memberantas bank emok. Karena bank emok merusak akhlak dan moral dan yang paling berbahaya pinjaman online (pinjol). "Pemkab Bandung sudah menganggarkan Rp 70 miliar untuk pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan ini. Bisa digunakan untuk masyarakat yang ingin membuka usaha," katanya.

Dengan adanya program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan itu, Kang DS berharap bisa mengurangi angka pengangguran. Setelah Kang DS jadi Bupati Bandung dan program ini digulirkan angka pengangguran bisa dibuktikan terjadi penurunan setelah program ini terserap oleh 30.000 pelaku usaha di Kabupaten Bandung.

"Jadi saya berharap tidak ada warga yang masih menganggur dengan adanya program pinjaman dana bergulir ini. Kalau masih ada yang nganggur itu malas. Tidak ada istilah menganggur," katanya. Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung ini juga turut mendorong masyarakat yang nganggur untuk melaksanakan budidaya ikan yang bisa diekspor ke Jepang. Selain itu budidaya ikan lele untuk dipasarkan ke tukang pecel lele maupun warung makan. "Jadi bagi saya tak ada rumus menganggur," katanya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.