Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Remaja di Sukabumi Tewas Akibat Dipatuk Ular di Sawah

Desi Rossilawati
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 07:37 WIB
Bagikan
Remaja di Sukabumi Tewas Akibat Dipatuk Ular di Sawah
VISI.NEWS | SUKABUMI - Seorang remaja bernama Revan (16), warga Kampung Cihamerang, Desa Cihamerang, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, tewas setelah dipatuk ular welang saat membantu ibunya bertani di sawah pada Kamis (21/8/2025). Relawan Tagana Kecamatan Kabandungan, Nurdin Shopian menyatakan peristiwa bermula saat kaki korban terperosok ke lubang di sawah yang ternyata menjadi sarang ular. Awalnya, dia mengira digigit kepiting sawah karena tidak menyadari itu gigitan ular. "Setelah terperosok ke lubang anak tersebut merasa ada yang menggigit. Tapi dia mengira digigit kepiting," ujar Nurdin, Jumat (22/8/2025). Karena tak curiga, dia tetap melanjutkan aktivitas, namun sesaat kemudian mulai penglihatannya kabur, pusing, dan sempoyongan. Korban pun mengeluhkan kondisinya kepada orang tuanya. Hingga ayahnya bergegas membawa korban ke dokter di Desa Tugubandung, namun dokter tak sanggup menangani. Korban dan ayahnya memutuskan untuk pulang dulu ke rumah tujuannya berganti pakaian, lalu berangkat lagi menuju klinik. Di klinik, korban hanya diinfus karena tim medisnya juga tak mampu menangani kondisi korban. Dari sana diputuskan bahwa korban akan dibawa ke rumah sakit di daerah Cibadak. Kondisi korban kala itu semakin parah hingga muntah-muntah. Dalam perjalanan menuju rumah sakit korban menghembuskan napas terakhirnya di wilayah Pangkalan, Kecamatan Cikidang. Setelah kejadian, warga merasa curiga dengan penyebab kematian korban sehingga memeriksa lubang tempat kaki korban terperosok dan menemukan seekor ular welang. Ular tersebut kemudian diburu dan dibunuh oleh warga. "Adapun menjelang magrib, jenazah korban dimakamkan," pungkas Nurdin. Korban berstatus pelajar kelas IX sebuah MTs. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.