Rehat Sejenak, Bangkit Kembali: Sentuhan Carrick yang Mengakhiri Tragedi Keletihan Manchester United
VISI.NEWS|BANDUNG -Penunjukan Michael Carrick sebagai pelatih kepala hingga akhir musim semula dianggap solusi sementara. Namun, dampaknya terasa instan. Tiga kemenangan beruntun atas Manchester City, Arsenal, dan Fulham membawa Manchester United kembali ke jalur persaingan papan atas Premier League.
Di balik hasil impresif itu, Carrick tidak memulai revolusi besar dalam taktik. Ia justru membidik aspek yang selama ini luput dari perhatian: pemulihan pemain. Dalam kondisi jadwal padat dan tekanan tinggi, Carrick menilai kelelahan telah menjadi tragedi tersendiri bagi skuad United.
Keputusan paling mencolok adalah menghapus latihan sehari setelah pertandingan. Para pemain diberikan waktu istirahat penuh selama 24 jam pertama, sebuah kebijakan yang bertolak belakang dengan era Erik ten Hag dan Ruben Amorim.
Carrick menegaskan pentingnya keseimbangan antara kerja dan pemulihan.
“Kami tidak kehilangan intensitas, kami hanya memindahkannya ke waktu yang lebih tepat,” ujar Carrick.
Menurutnya, sesi latihan pascalaga kerap dilakukan saat kondisi fisik dan emosi pemain belum stabil.
“Pemain harus kembali dengan pikiran jernih dan tubuh siap. Dari situ, pesan apa pun akan lebih mudah diterima,” kata Carrick.
Sesi pemulihan tetap dijalankan, namun baru dilakukan dua hari setelah pertandingan. Pendekatan ini memberi ruang bagi pemain untuk menurunkan ketegangan sebelum kembali ke rutinitas kompetitif.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!