IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Reformasi Polri Mendesak, Riyanta Usulkan Pemisahan Fungsi Reserse dan SIM-STNK

Desi Rossilawati
Rabu, 1 Oktober 2025 | 09:06 WIB
Bagikan
Reformasi Polri Mendesak, Riyanta Usulkan Pemisahan Fungsi Reserse dan SIM-STNK

VISI.NEWS | JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Jalan Lurus, Riyanta, menilai reformasi Polri adalah sebuah keniscayaan. Menurutnya, Polri harus ditata ulang agar bisa lebih fokus pada fungsi utama, yaitu menjaga keamanan dalam negeri.

Riyanta mengingatkan bahwa arah reformasi sektor keamanan sudah ditegaskan sejak era pascareformasi 1998, khususnya melalui TAP MPR VI dan VII Tahun 2000. Dalam aturan tersebut, Polri mendapat mandat sebagai penjaga keamanan negara di dalam negeri, sementara TNI bertugas menjaga pertahanan dari ancaman luar negeri.

Namun, Riyanta menilai Polri saat ini masih terbebani dengan fungsi yang terlalu luas, mulai dari reserse hingga urusan pelayanan masyarakat seperti SIM, STNK, dan BPKB.

“Polri didesain untuk menjadi alat keamanan negara. Karena itu, fungsi reserse sebaiknya dipisah dalam Badan Penyelidik dan Penyidik Nasional. Begitu juga pelayanan SIM, STNK, dan BPKB, bisa dialihkan ke Badan Registrasi dan Identifikasi Nasional,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).

Ia menekankan, gagasan tersebut bukan bentuk kritik personal terhadap Polri, melainkan langkah untuk membangun institusi kepolisian yang profesional dan bebas dari kepentingan politik praktis.

“Penataan lembaga ini penting agar Polri benar-benar menjadi pengawal negara. Jangan sampai Polri dan TNI terseret ke dalam politik lima tahunan, karena itu berbahaya bagi masa depan bangsa,” tegasnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.