REFLEKSI | Ujian
Inilah cara Allah membasuh kemurnian hati kita, kepekaan batin kita, ketajaman naluri kita. Ujian merupakan tempaan terkuat yang akan membuat radar spiritual kita hidup dan aktif.
Ujian itu bagaikan baterai yang memiliki kekuatan untuk mengaktifkan objek benda agar bisa hidup, atau baru bisa aktif, menyala, setelah baterainya ditaruh pada objek bendanya tersebut.
Jadi syukuri adanya ujian, sebab Allah di sana sedang menghidupkan, mengaktifasi sesuatu yang bisa membuat kita menjadi lebih berarti, dan lebih berguna, serta manfaat kedepannya.
Insyaallah dengan sering Allah menguji, sesungguhnya sinyal-sinyal kita, khususnya hati, sebagai aset spiritual, sedang dipersiapkan untuk kuat menangkap frekwensi senyap yang tak kasat mata, yang sesungguhnya memperbesar kemampuan kita dalam menangkap gelombang kemahakuasaanNya.
Di uji Allah, adalah saat Allah mengkaruniakan dibukakannya kepekaan batin, ditaruhnya baterai penguat dalam diri manusia, disimpannya Nur Allah, dan itu adalah saat terdekat antara hamba dengan Tuhannya.
Manusia yang sedang dalam ujian Allah, ia selalu dalam pengawasan kasih sayangNya, maka dari itu, kita harus sadar, Allah sudah sangat dekat dengan kita pada saat kita di uji, dan ini adalah kesempatan bagi kita berdialog denganNya, bermesraan lewat ibadah dan doa yang selalu harus kita panjatkan.
Alhamdulillah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!