REFLEKSI | Ujian
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
DALAM proses kehidupan manusia, perjalanannya selalu diiringi dengan tempaan demi tempaan. Hal ini dikehendaki Allah, sebagai penguat batin, pengasah mental, penajam rasa.
Yaa, tempaan tak lepas dari cara Allah membuat kita lebih cerdas, lebih siap, lebih berani, dan lebih mendayagunakan pikirannya, untuk berikhtiar mencari solusi, mencari celah, agar apa yang Allah ujikan bisa kita lewati segera, sehingga dengan demikian, kita mampu mengatasi ujianNya, dan lulus dengan baik.
Ujian, cobaan, harusnya membuat kita kuat dan semakin dekat denganNya. Tidak harus kita kecewa ! Tidak harus kita merasa nelangsa, menderita dan terpojokan !
"... boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." Al Baqarah, Ayat 216.
Seperti apa yang Allah firmankan dalam ayat di atas, ada sesuatu yang kita tidak tahu, dari apa yang menjadi takdir ketentuan untuk kita saat kita diuji Allah. Berprasangka baiklah, berbesar hatilah.
Dalam menghadapi ujianNya, kita pun harus menunjukan semangat, berikhtiar lebihlah, bukan malah patah hati, tak bergairah dalam melewati sesi ujian itu semua.
Bangun keyakinan bahwa ini pasti terlewati, ibadah, dan doa tak lepas selalu menyertai beriringan, tumbuhkan keyakinan, berharap penuh ketawakalan, bahwa Allah yang maha baik sedang mempersiapkan hal terbaik didepan kita, dan kita digodog dulu dengan keperihan, agar saat semuanya teraih, itu tidak menjadikan kita lupa diri dan jadi sombong.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!