REFLEKSI | Ujian Allah bak Busur dan Anak Panah
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
AKAN ada suatu masa dimana kita akan merindukan ujian Allah sebagai bentuk kasih sayangNya, disaat kesadaran dan kecerdasan kita sudah teruji, dan kita pandai menyikapinya...
Sehingga berkali-kali Allah uji diri kita. Kita akan selalu merasa Allah sedang dekat-dekatnya dengan kita.
Dan secara tulus hal yang tidak kita pinta, malah Allah sendiri yang mengurus kita, untuk bisa naik jenjang dalam tingkatan derajat kita otomatis, dengan sendirinya...karena Allah yang menghendaki itu.
Itu karena kita selalu lulus dari ujianNya...! Ujian yang bagi orang lain, sebuah penderitaan. Bagi kita itu sebentuk keberkahan, adanya sentuhan Tuhan, untuk meningkatkan kualitas diri. Alhamdulillah.
Belum dikata seseorang beriman, sedang Allah belum menguji mu dengan ujianNya. Ujian itu juga seperti peringkat kelas.
Jika dulu kita di anggap pintar saat masih duduk di bangku sekolah, ketika kita menduduki rangking 1 sampai 5 besar. Dalam fase membuat manusia jadi berkualitas, pintar, cerdas, dan bijak menyikapi kehidupan, cara Allah menjadikan kita hebat seperti itu, Allah beri pelajaran yang berbobot pada kita, dalam bentuk sebuah "ujian".
Dan ujian juga adalah hal yang seharusnya dianggap biasa oleh kita. Tak perlu dirisaukan, karena Allah tentunya menguji kita, dengan pengetahuannya, yang tak akan melebihkan ujian sesuai kemampuan diri kita dalam memikulnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!