IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

REFLEKSI | Ubah Diri Kita

ED
Minggu, 23 Oktober 2022 | 06:30 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Ubah Diri Kita

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

UBAH garis takdir kita, jika takdir yang kita hadapi dan jalani adalah sesuatu yang membuat kita ada dalam ketidaknyamanan hidup, terhimpit kesempitan, dan selalu ada dalam kekurangan. Takdir yang kita hadapi itu merupakan tantangan Allah, yang harus kita sikapi.

Allah memberi cobaan, beban, atau ujian takdir, bukan berarti ia tak sayang pada kita. Justru kitanya sangat dituntut oleh Allah untuk keras berpikir, keras berupaya, dan keras melakukan perubahan pada diri, dengan upaya kita membangun potensi dan kesadaran diri di luar batas seperti biasanya.

Kita harus yakin, bersikap optimis penuh gairah. Menapaki takdir-takdir diri kita, tak lepas dari apa yang sudah kita persiapkan. Jikalau belum ada persiapan, belum tersadar, bahwa hidup kita bisa bahagia, atau sengsara, semua itu sebab dan musababnya tergantung diri kita, maka kita harus berubah. Jangan diam tenang, seakan Tuhan akan menolong diri kita dalam seketika.

Allah tak akan mengubah suatu takdir, jika tak ada sesuatu yang secara signifikan kita lakukan untuk mengubah takdir yang sedang kita jalani.

Takdir kehidupan, sebagaimana keadaan kita sekarang, bahagia dengan kecukupan duniawi, atau kekurangan materi, dan hidup dalam keperihan, adalah dua takdir berbeda, yang harus dipahami, itu kita rasakan, adalah tergantung bagaimana kitanya.

Sudah sangat keras Allah menegaskan, "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." Surat Ar-Ra'd ayat 11.

Maka janganlah kita terlalu santai dalam hidup ! santai menyikapi keperihan hidup, jika kita bukan manusia yang qonaah seperti wali, (yang menerima takdir dan merasa cukup apa yang diberi Allah, dan menjauhi dunia) dan kita mengikuti prinsip wali yang menjalankan itu, maka kita adalah manusia konyol.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.