REFLEKSI | Sholawat itu Mujizat Nabi Kita
Allah pencipta seluruh mahluk di alam dunia ini, Allah bersholawat pada Nabi kita ! Para Malaikat pun bersholawat pada Nabi kita !
Para orang-orang sholeh dari umat terbaik Nabi kita juga, mengikuti perintah Allah bersholawat untuk Nabinya, Muhammad SAW.
Lalu kita umat biasa, orang yang sedikit ilmu, sedikit pemahaman, yang dalam kondisi banyak kekurangannya, masihkah merasa sangsi, keluar ke jumawaan kita, hingga kita tidak mau mengikuti perintah Allah tersebut ?
Melakukan sholawat seperti yang dianjurkan Allah, merupakan bentuk kesadaran, dari adanya kebaikan melakukannya, yang isinya memohon keberkahan, kebaikan bagi Nabi dan keluarganya, sebagai sebentuk doa, yang kita panjatkan, namun secara tidak langsung, doa yang kita sampaikan untuk memohon keberkahan, dan kebaikan bagi Nabi, dan keluarganya, secara tidak langsung, doa dalam sholawat tadi, kembali keberkahannya, kebermanfaatannya pada diri kita sendiri, subhanallah.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Doa seorang Muslim untuk saudaranya dengan tanpa sepengetahuan saudaranya itu mustajab. Di atas kepala orang itu ada malaikat yang mencatatnya (malakun muwakkal). Setiap kali orang itu mendoakan kebaikan bagi saudaranya, maka malaikat tersebut mengucapkan amin (semoga Allah mengabulkan) dan untukmu juga seperti itu." (HR Muslim)
Sholawat itu seperti maghnit, ia menjadi penarik setiap hal yang sifatnya memberikan kebaikan pada diri kita, pada ruh kita, pada hati kita, jiwa kita, pikiran, perasaan, dan memperkuat insting, atau firasat kita.
Mereka yang sering melakukan sholawat, akan terbuka jiwa dan kuat daya spiritualnya. Mampu menjadi pencerah, mampu menjadikan seseorang yang pada hatinya ada banyak menyimpan kebaikan, karena sudah terbangunnya kesadaran rasa, sesuatu yang Allah tanamkan pada jiwa dan hatinya.
Sholawat itu seperti halnya cahaya lampu senter, kemanapun arah cahaya lampu itu ditujukan, ia akan menerangi sisi gelap, hingga terlihat secara terang benderang apa yang ada di sana, dan itu akan membuat kita bisa faham, apa yang harus kita hindari dari apa yang berada disana.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!