REFLEKSI | Saat Cobaan Datang
Cobaan Tuhan tak melihat keberadaan kita, kaya atau sengsara. Cobaan Tuhan datang pada siapa saja untuk menguji kadar kekuatan ketaqwaan, keimanan, dan keyakinannya.
Yang berharta akan di coba, dan di uji dengan hartanya. Yang sengsara akan di uji atas kepapaannya.
Semua ujian itu merupakan kunci kesadaran, kunci pada ditemukannya sebuah jawaban, bahwa apa yang kita punya, sesungguhnya tiada berharga, fana, dan tak memiliki nilai yang berarti, yang bisa menolong kita menjadi manusia mulia, menjadi manusia yang diselamatkan hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat.
Jawaban atas cobaan adalah ikhlas, terus berikhtiar, dan harus mencari sosok guru, atau mursyid yang bisa membukakan jalan pencerahan diri, untuk sampai pada terbukanya qolbu batin kita.
Kita tak bisa menyelesaikan sendiri kesulitan kita. Maka jalan terbaik karena kita mahluk sosial adalah, selalu mencari, dan mau bertanya.
Siap yang kita cari ? Siapa yang kita datangi untuk bertanya itu ?
Carilah para guru-guru, mursyid mulia. Mereka yang bisa menuntun pada terentaskannya kesulitan kita.
Bisa jadi kita berusaha keras untuk menemukannya. Tapi bila tak bertanya, pada manusia yang mengenali para guru-guru mursyid tersebut, kita tak akan tahu keberadaan mereka.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!