REFLEKSI | Pilihan Kita Pilihan Allah
Tipu daya memiliki waktu yang berbatas ! Waktunya sangat mendesak, dan ketika kita berpikir terlalu lama, maka habislah kesempatan kita untuk memperolehnya.
Sehingga mereka orang-orang yang tertipu daya, sebenarnya merupakan orang yang sangat ceroboh, sangat mudah terlena, tergiur, dan mudah dibutakan...karena pikirannya seringkali tidak digunakan secara cermat.
Para penipu merupakan seorang yang sangat faham, siapa dan orang seperti apa, target sasaran yang akan mereka jerat, untuk bisa ditipu daya !
Sudah sangat spesifik niat jahat mereka diatur sedemikian rupa, dengan segala upaya, dan cara-cara yang kadang mereka sendiripun tertawa dengan ide mereka dalam hal menipu itu.
Jika setan bisa menipu Nabi Adam as, seorang nabi dengan kesempurnaan akal pikiran, yang mampu mengalahkan pengetahuan semua mahluk ciptaan Tuhan. Sangat ironis jika kita tak belajar dari pengalaman, bagaimana setan bisa menipu Adam.
Lalu bagaimana dengan kita, yang bisa jadi korban penipuan itu ?
Di sini, yang sangat dibutuhkan adalah, Kepekaan batin kita, kekuatan hati dan nurani kita, serta selain itu adalah, nalar kita dalam berwawasan harus luas, sehingga kita paham, dan mengerti macam-macam kejahatan, yang pada akhirnya akan membuat kita jatuh pada kesengsaraan lahir batin yang bisa membuat kita menyesalinya.
Manusia adalah mahluk pembelajar ! Sudah bermacam contoh yang terjadi, dan itu harusnya menjadi ibrah buat kita...maka pantas dalam banyak kitab suci, pengalan cerita masa lalu digambarkan, sebagai bentuk ajakan kita kembali pada adanya kesadaran murni, agar itu menjadi bekal, dan mampu membentengi kita, sehingga kita tak mudah terjerumus, oleh bujuk rayu, siapapun yang akan menyesatkan kita.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!