REFLEKSI | Pijakan yang Benar
Qur'an surat Al An'am ayat 108; Sudah memberi sinyal tegas kepada umat Rasulullah, agar tidak mengumbar cacian, makian, hinaan, dan meneror keyakinan agama lain, untuk memuaskan nafsu kita yang akan merusak semangat kemuliaan Agama Islam itu sendiri. Dan Allah menegaskan dalam Firman-nya ;
“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”
Alhamdulillah, kita memiliki suatu pedoman, pijakan yang jadi dasar bagi kita mesti berbuat yang terbaik. Yang mulia, berharkat, bermartabat, dan keluhuran budi.
Umat yang memiliki keutamaan adalah, umat yang melihat dan mau mendengar, serta bisa menjalani, apa yang diperintahkan oleh Allah, juga Rasulullah, agar kemuliaan, marwah agama kita bisa kuat kita pegang.
Tentunya, dengan tidak merusak tatanan sosial dalam hubungan interaksi kita dengan sesama manusia, yang berbeda keyakinan, berbeda pemahaman, dan berbeda persepsinya.
Semoga pijakan Qur'an, Hadist, dan tuntunan para ulama Soleh, membuka nalar, qolbu, perasaan, dan juga mata kita, bahwa beragama mesti di bangun dengan etika, adab, dan saling menghormati dalam bergaulan antar keyakinan.
Kita tak harus merasa paling benar, paling hebat, dan paling suci ! Andai pikiran itu ada, maka kita akan di ingatkan oleh Allah pada suatu kenyataan seperti yang Allah Firmankan di Surat Al Baqarah, yang mengumpamakan kita seperti seorang yang menerangi, kemudian Allah matikan cahaya yang ada, sehingga kemudian, kita dihadapkan dalam kegelap gulitaan... Astagfirullahaladzim.
Semoga dengan semangat Nuzulul Qur'an, malam dimana Wahyu diterima Rasulullah, dimana ilmu diajarkan Malaikat Jibril, dan kenabian di nisbatkan pada junjungan kita, pencerah dan pemberi teladan, Kanjeng Nabi Muhammad SAW, umat Islam selalu belajar untuk menjadi umat yang utama, yang unggul, dan bukan menjadi umat pembully....amin.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!