IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

REFLEKSI | Pesantren Anomali

ED
Selasa, 15 November 2022 | 11:57 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Pesantren Anomali

Dimana hal tersebut, memperlihatkan bentuk ketidakdewasaan, ketidakbijaksanaan, tidak mengedukasi, dan juga sangat memiriskan, yang justru menunjukan cara tak bermoral yang diperlihatkan, seperti upaya lain tidak bisa dilakukan dan mentok !

Bagaimanapun, unsur kesantunan, kemampuan bisa mengayomi, sikap dewasa, dan mampu membangun citra baik Pesantren yang santun, pesantren yang bisa mengedukasi dengan tepat, harusnya dikedepankan, sebab, pesantren sebagai pondasi awal dalam membangun sisi moral pada para santri untuk memiliki kesantunan adab, dan moralitas, adalah hal utama, ini penting karena, untuk mempersiapkan calon pemimpin unggul masa depan, yang berpandangan luas, dan berakhlakul Karimah.

Dan itu, bukan dengan cara membuat sensasi agar bisa menumbuhkan bibit ketakutan dan benci pada arus tekhnologi, yang mau tidak mau harus disikapi dengan penuh kebijaksanaan, dan pemahaman yang terintegral.

Kedepannya untuk tahun 2023, jangan ada lagi pesantren masa kini, yang mempertontonkan, mentransmisikan kejadian serupa dalam kanal YouTube, atau platform media lainnya, hingga kita cukup menyaksikan ritual pengrusakan Handphone dari para santri, yang dilakukan oleh tenaga pendidik dari pesantren yang ada, hanya di tahun 2022 ini saja, yang sebentar lagi akan berakhir dan berganti tahun.

Harus kita ingat juga, Handphone milik santri sendiri, itu bukan merupakan barang haram, layaknya Narkoba yang mesti dimusnahkan. Orang tuanya susah payah mengupayakan anaknya dibekali alat komunikasi itu, agar bisa memantau, dan berkomunikasi pada saat-saat tertentu, yang di izinkan pihak pesantren.

Ketika pihak pesantren tidak menghendaki adanya Handphone ada dalam wilayah pesantrennya, paling tidak harus dipikir sebijak mungkin cara yang tepat, tanpa merusak dan berbuat dosa merusak barang milik orang lain. Dan adab ini juga, harusnya berlaku pada para pengajar di pesantren tersebut, agar moralitas, contoh yang baik sebagai teladan untuk santri, bisa di ikuti, dan pesantrennya sendiri tidak menjadi Pesantren yang Anomali, dalam perkembangan Dunia yang seharusnya bisa di ikuti.***

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.