REFLEKSI | Pesantren Anomali
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
PESANTREN merupakan institusi lembaga pendidikan non formal, yang bergerak dalam bidang pendidikan agama Islam, untuk mempersiapkan calon mubaligh, calon pemimpin keagamaan, dan pemimpin masa depan yang mampu menjadi teladan pada umat.
Sedang Anomali adalah, keadaan ganjil dan aneh yang tidak umum, diluar kewajaran, dan tidak normal.
Namun, hal yang agak sedikit mengganjal sekarang ini adalah, Ketika kita mendengar nama pesantren disebutkan, yang terpikir oleh kita adalah kehidupan alam pesantrennya yang menawarkan suatu pola pembiasaan pada para santrinya, untuk menjauhi modernisasi, dan berkutat pada menimba ilmu keagamaan dengan sistem konservatif yang kuat, sehingga elergi dengan perkembangan tekhnologi yang terus maju secara dinamis, dan terus berkembang sesuai semangat zamannya.
Memang Pesantren yang demikian hanya segelintir, tapi yang segelintir ini mampu menjadi virus yang akan merusak nama pesantren secara keseluruhan, alih-alih membangun nama baik dan citra harum, yang terjadi malah bagai nila setitik menghancurkan susu sebelanga.
Dan tentunya perlu di edukasi pesantren tersebut, oleh institusi yang menaunginya, dalam hal ini Kementerian Agama melalui Direktur Jenderal Pendidikan Islam, dan jika pesantren tersebut berafiliasi dengan ormas Islam, maka wajib ormas Islam itu melakukan pembinaan yang kontinyu, sehingga ada kesadaran untuk mengikuti tuntunan moralitas yang baik dalam kehidupan sosialnya.
Mungkin kita pernah melihat, Pesantren konservatif, yang melakukan penolakan arus kemajuan tekhnologi di pesantren konservatifnya tersebut, dan kita diajak menyaksikan perlakuan paradoks dari para pengelola pesantren, satu sisi ingin mengajarkan hal baik dalam membangun moralitas, tapi disatu sisi yang bisa disaksikan langsung, hal sebaliknya justru dilakukan.
Tergambar dari beberapa kejadian memilukan, bagaimana pihak pengajar di pesantren itu menghancurkan handphone dari milik para santrinya, ada yang dipalu, ditumbuk dengan batu, di banting, suatu tindakan yang tak patut, dan seharusnya juga tidak terjadi ! Apa tidak bisa di cari jalan tengah dengan baik ? Tanpa perlu ada aksi demonstrasi penghancuran HP para santri yang begitu sangat disayangkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!