REFLEKSI | Perlunya Ngaji
Mencari ilmu pada hakekatnya membuka pintu wawasan kita, sehingga mampu membentuk diri kita menjadi, manusia berwawasan, manusia berkarakter, berprinsip, manusia yang semakin menjadi baik, menjadi saleh, menjadi manusia yang mampu bermanfaat dan mengontribusikan kebermanfaatan dirinya pada sesama dengan nilai-nilai moral dan etika yang tinggi.
Dengan ilmu yang benar yang ia pahami, ia akan bisa menghargai sesama, menghormati sesama, dan jauh dari rasa sombong bahwa ia orang berilmu.
Akan sangat berbeda dengan yang sebaliknya. Yaa, jika ia disesatkan oleh ilmunya, maka yang muncul adalah, ia akan membusungkan dadanya, menunjukan keangkuhan dan ciri watak kesombongannya.
Hingga ia dengan mudah meremehkan manusia lainnya. Bahkan bicaranya selalu menyindir, memojokan orang, bersikap acuh tak peduli, bersikap dingin, berwajah masam, dan gestur yang tak bersahabat, yang itu sangat terlihat kasat mata oleh siapapun, dan terbaca tentunya bagi yang pandai membaca bahasa tubuh.
Perlunya kita ngaji pada guru yang benar, adalah untuk mendekatkan hati kita pada sang maha pencipta. Guru yang sesuai yang harus kita temukan, akan mampu menunjukan kita pada jalan kerendahan diri, pada jalan kesalehan sosial, pada jalan kebermanfaatan diri, dan pada terbangunnya kebahagian hati, yang kita temukan kembali dari kita ikut mengaji.
Ilmu akan menjadikan kita mawas penuh kehati-hatian pada ucapan, maupun tindakan, dan awas, waspada pada setiap yang yang akan mencelakakan diri kita.
Menjadi orang berilmu, berarti menjadi orang yang sering mentafakuri diri, alam, dan keseluruhan yang menjadi fenomena, tanda-tanda alam yang nampak.
Akhir dari mengaji, mencari ilmu, bukan untuk di koleksi, diingat-ingat kajian bahasannya, yang akhirnya akan terlupa kembali dari ingatan kita
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!