REFLEKSI | Pencerah Umat
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
SOSOK yang memiliki prinsip kuat, dengan kepribadian luhur dalam ahlaqnya, ia sangat bersahaja, berilmu tinggi, di mana setiap statementnya bagai air yang menyejukkan umat, serta mampu membangun kesadaran beragama dan bernegara, yang kontribusinya, bisa menyatukan persatuan, persaudaraan, sesama mahluk Tuhan, sebagai mahluk yang harus saling kenal mengenali, dan saling menghormati, dan sosok orang seperti itu, adalah sosok yang sangat langka, dan jarang.
Sosok pribadi pencerah yang seperti itu, yang bisa membangun hubungan baik untuk bisa saling menghargai keragaman, dan keberagaman, merupakan sosok langka dalam bangsa ini, yang bilangannya masih bisa di hitung jari.
Sedikit sekali manusia yang mampu berkontribusi nyata seperti itu, sebagai mana Allah menginginkan bahwa manusia yang paling baik adalah manusia yang mampu memberi manfaat dan kebaikan pada manusia lainnya.
Membukakan pintu kebaikan, dan memberi pemahaman yang baik pada manusia sekelilingnya lewat apa yang bisa ia perbuat, adalah perjuangan khusus yang tak mudah dilakukan oleh setiap orang, itu bagaikan link jika kita berselancar di internet, atau pembuka untuk masuk ke apa yang bisa kita masuki. Dan link itu adalah jalan, peran khusus yang memang Allah telah persiapkan buatnya. Jadi perannya sebagai pencerah, sesungguhnya, tidak semata-mata ia dimampukan dengan upayanya sendiri, namun ada peran Allah yang bermain dalam membuka jalan baginya dalam kiprahnya tersebut, subhanallah.
Memperjuangkan hal baik untuk umat, dari peran yang ditunjukan oleh para pencerah, sehingga mampu menjadikan pembelajaran kehidupan, dalam mencerdaskan pikiran, pemahaman pada anak bangsa ini, dengan contoh kepribadian dari sosok manusia pencerah seperti yang disebutkan di atas, itu sangatlah membutuhkan waktu, butuh masa pembuktian, butuh adanya kesadaran karakter yang kuat, dan itu hanya bisa diperjuangkan oleh mereka yang memang memiliki ketulusan luar biasa yang konsisten pada dirinya, tampa ingin dipuji, oleh manusia lainnya.
Sosok-sosok mutiara bangsa ini ternyata bisa dihitung bilangan jari, di mana maqom derajatnya sudah mencapai pada level yang seperti itu, sebagai pencerah umat, untuk segenap lapisan pemahaman yang berbeda, yang keberadaannya di akui semua golongan, semua agama, dan ia berkontribusi tinggi dalam kemanusiaan.
Mereka para pencerah, dengan karakter kuatnya menunjukan sikap sebagai manusia pembawa pesan rahmatan lil alamin, adalah manusia tahan banting, yang kuat prinsip dan karakternya.
Di mana sikap yang ia tunjukan kadang harus berhadapan dan bertentangan dengan umatnya sendiri, tokoh dalam satu agamanya, yang masih terjebak pada pandangannya konservatif, dimana seringkali benturan ini membuat umat terjebak dalam sekat-sekat yang mengkubu.
Yaa... seperti itulah Allah memperjalankan sosok-sosok berkarakter ini ditempa ujian, yang datang baik dari mereka umat yang satu keyakinan, maupun dari orang diluar, yang berbeda keyakinan dengannya.
Namun bagi sosok seperti itu, mereka yang berkarakter manusia pencerah, tantangan adalah hal biasa, hambatan adalah sunnatullohNya, yang memang dihamparkan untuk mereka, yang malah akhirnya, menjadi studi kasus, yang semakin mencerdaskannya, yang akan menambah kwalitas iman, ketaqwaan, kedewasaan dalam jiwa kemanusiaannya, yang kuat membentuk kesalehan sosial, dan pemahamannya pada tanda-tanda kebesaran Allah yang semakin menguatkan hatinya dalam mengambil jalan yang jarang dilalui manusia kebanyakan pada hal ini.
Dan contoh untuk orang yang semacam itu di negara kita, ada pada sosok beliaunya yang pada hari kemarin sudah tiada, dipanggil keharibaanNya, dimana tugas khususnya dari Allah SWT, telah ia tuntaskan dengan gilang gemilang, dalam membangun kesadaran umat, untuk menjadi sosok-sosok yang berani membawa misi Rahmatan Lil Alamin, bagi manusia, dan seluruh umat lintas agama,dan keyakinan.
Selamat jalan Buya Syafii Maarif, seperti halnya Gus Dur, buya telah berkontribusi sebagai guru bangsa bagi kami yang wajib kami ikuti perjuangannya.
Semoga Allah memberi balasan kenikmatan di alam akhiratnya, atas semua perjuangan buya selama di dunia, yang telah menjadi pejuang Allah, kesatrianya Allah, yang membawa umat pada kesadaran berpikir bijak dan dewasa, sehingga kita bisa mengetahui mana makna kesejatian kebenaran, yang sekarang ini sedang dibuat samar oleh segolongan manusia lainnya, yang haus penghormatan, pengkultusan, dan giat memecah belah umat, dari orang-orang dikalangan kita sendiri yang seagama.
Teriring doa buat Buya Syafii Maarif, Al Fatihah...***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!