IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

REFLEKSI | Menjaga Lisan

ED
Rabu, 26 Oktober 2022 | 07:25 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Menjaga Lisan

Berbahasa yang baik itu menunjukan karakter kita. Berbudi bahasa yang menarik, memikat, lemah lembut, sopan santun, merupakan adab dalam membangun kepercayaan, penghormatan, dan kesalehan sosial yang harus kita tunjukan.

Lalu bisakah kita menjaga mulut kita agar terjauh dari bahayanya lisan ?

Jika kita manusia yang menyadari kelemahan diri, bahwa kita kurang bisa mengkontrol lisan, maka diamnya kita akan lebih baik, dan bermanfaat dari pada kita banyak berkata-kata, yang tampa disadari, ketika kita bablas bicara, yang keluar dari lisan kita, adalah bahasa yang dapat menyinggung perasaan orang lain...Maka seketika itu juga, orang dapat meraba bagaimana karakter sesungguhnya dari diri kita ini.

Seandainya sudah seperti itu orang lain mampu meraba karakter kita yang buruk, otomatis akan ada dampak pada diri kita, sebagai respon orang lain menyikapi keberadaan kita.

Seperti apa responnya ?

Individu yang tersakiti dengan kata-kata kita, ia akan menjauh dari hubungan yang sudah dibangun baik oleh kita. Ia akan antipati, dan menunjukan rasa risih, tidak nyaman, dan itu terbaca dari bahasa tubuh yang bisa kita tangkap saat ia berada dengan kita. Hilang rasa respek, tak mau tahu, dan mengacuhkan kita.

Jika sudah seperti ini, siapa yang rugi ? Kita sendiri yang merugi, karena sudah membuat lubang galian untuk mengubur dalam-dalam kepribadian kita yang seharusnya baik dimata orang.

Yang rugi adalah kita ! Yang akan menjauh dan pergi dari kita, adalah orang-orang yang kita kenali. Dan dampak lainnya, dari mulut-ke mulut kepribadian kita akan dibicarakan banyak orang, sehingga akhirnya, hanya karena kita tidak bisa menahan dan menjaga lisan, maka kita akan dikenal sebagai manusia tak berakhlak, manusia hina, dan layaknya iblis dan setan tan. Sehingga akhirnya kita pun terusir dari pergaulan yang sebetulnya kita telah nyaman disituasi pergaulan tersebut.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.