REFLEKSI | Menjaga Lisan
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
MULUTMU harimaumu, demikianlah peribahasa yang menyebutkan, bahwa perkataan bisa menjadi “senjata tajam,” sehingga dapat menyakiti orang lain, jika mulut dan lisan kita tidak bisa kita jaga.
Begitulah para orang bijak dahulu, mereka sangat peka, dan hati-hati menjaga perkataannya, sehingga banyak kata-kata bijak yang lahir sebagai taburan mutiara kehidupan, untuk memberi peringatan dengan pengandaian, sehingga dengan peringatan itu, kita bisa menjaga hubungan baik dalam bermasyarakat, berorganisasi, bertoleransi, bahkan dalam berbangsa dan bernegara.
Adab dalam berkata-kata sangat sulit dilakukan, jika kita merasa kita adalah manusia paling sempurna, paling benar, paling suci, paling berkuasa, paling berilmu, paling bisa, lalu diiringi ego yang tinggi, serta nafsu berlebihan, maka hadirlah rasa sombong yang akan sulit dibendung.
Andai kesombongan diri ini hadir, maka dimata kita, semua manusia dianggap kecil, dianggap tak berarti, dan itulah perilaku iblis, yang merasa paling hebat, paling mulia, sehingga ia tak mau merendahkan dirinya kepada Adam, ketika Allah memintanya untuk bersujud mengakui keberadaan Adam.
Dan apa yang diucapkan iblis atas Adam, yang dicatatkan dalam Al Quran, iblis menjawab perintah Allah, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Al-A'raf: 12).
Itulah jawaban yang keluar dari mulut mahluk yang sombong, tak beradab, dan durhaka, ia tak tahu diri, tak bisa mengendalikan pikirannya, dan hawa nafsunya, sehingga itu membawa pada kecelakaan dirinya, dengan di usirnya iblis dari surga, dengan sangat hina.
Maka pantas iblis sangat menaruh dendam, dan untuk itu, ia selalu mencari cara menghembuskan pengaruh kesombongannya pada umat manusia yang tentunya lemah iman, lemah adab, dan lemah toleransi, yang dengannya memberi pengaruh negatif, tidak baik, dalam membangun komunikasi saat berucap, berbahasa, yang ia gunakan dalam pergaulannya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!