REFLEKSI | Mengapa Ada Isra Mi'raj?
Mau mendengar, menerima saran, akan sangat penting dalam membuka wawasan kita, dan dengan begitu, cakrawala pandangan kita akan semakin meluas, semakin mendalam, dalam melihat sebuah persoalan, hingga kita bisa membuat kita bijak dalam menentukan sikap. Dan kebijaksanaan selalu terkait dengan nilai-nilai kebaikan yang membuat kita bisa dewasa dalam menyikapi sesuatu hal.
Yang kelima terkait mendapatkan hadiah. Hadiah dari Allah SWT, terkait ibadah salat bagi Nabi SAW. Ini merupakan siloka, bahwa untuk semua manusia yang beriman, yang mau bersungguh-sungguh mendatangi Allah, baik siang maupun malamnya, maka, Allah akan memberi hadiah keistimewaan baginya, dan anugrah itu hadir, karena upayanya mau menapaki jalan-jalan kemakrifatan, jalan terjal yang tak semua manusia mampu melaluinya.
Yang keenam menjadi hamba yang dikasihi Allah, lewat sholat yang dibawa Nabi SAW. Kerena lewat salatlah, kita jadi tahu cara bertaqarrub padaNya.
Dan untuk menjadi kekasihNya, amalan salat, adalah tolak ukur yang akan mengindahkan akhlak, perilaku, cara berbahasa kita, sebagai jalan memperlihatkan adab kita dalam pergaulan, hal ini, bisa membuka jalan, bagi kita untuk bisa di sayangi manusia, dan jika kita bisa disayang manusia, tentunya Allah akan menyanyangi kita pula, sebagai hamba istimewa yang Dia kasihi.
Yang ketujuh siap menjadi manusia yang berbeda, manusia yang tahu mana jalan menujuNya, dan jalan yang akan mencelakakan dirinya, hingga besarnya keimanan kita, itulah modal kita bisa dicintaiNya.
Yang kedelapan menjadi pengabar, penghibur, dan penyemangat untuk mereka yang dalam duka dan lara. Peristiwa Isra Miraj, merupakan peristiwa penting, yang membawa kabar kebaikan. Dan saat kita jadi pengabar kebaikan, dari begitu istimewanya peristiwa perjalanan Nabi kita itu, maka kita bisa membangun semangat umat untuk yakin, dan harus selalu berbahagia dengan peristiwa Isra Miraj yang Nabi SAW kabarkan kepada kita.
Hingga memperingati peristiwa ajaib ini, merupakan bentuk kebahagiaan bagi kita umat muslim, untuk jauh dari duka dan lara, karena semua harus ikut berbahagia untuk itu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!