REFLEKSI | Menemui Tuhan Diam-Diam
Selebihnya dalam mencari pengalaman spiritual, ingin bisa membersihkan hati, terlibat dalam pengalaman bathin, adalah hal individual, yang harus di cari dan diolah sendiri oleh si murid.
Menemui Tuhan Diam-Diam itu perangkatnya, kebeningan hati, kebeningan pikir, dan menjauhi rasa sombong yang kadangkala muncul sebagai ke akuan yang akut, dan melalaikan.
Cari para guru sejati yang mampu menunjukan jalan padaNya. Cari guru spiritual yang kita anggap paling bijak, dimana ia telah bisa menempatkan dirinya, sebagai seorang yang bisa memudahkan urusan muridnya, tahu kapasitas murid, tahu jalan yang berbeda dari setiap individu yang dekat padanya.
Temuilah Tuhan, diam-diam. Temui dalam kebeningan malam. Dan sahdunya sang rembulan.
Temuilah Tuhan diam-diam. Di kesenyapan malam yang selalu ada keindahan. Di keheningan malam yang menghadirkan kebeningan.
Hati itu meluluh ketika kita sendiri didalam sepi. Kekerasan hati akan mencair, takala kita berselimut sunyi.
Temuilah Tuhan diam-diam Dalam gelap, sunyi, dan sendiri.
Rasakan bisikan hati. Rasakan suasana hati. Dikesunyian, hati kita mulai dihidupkan. Dikegelapan, hati kita mulai diterangkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!