REFLEKSI | Menemui Tuhan Diam-Diam
Para wali pun seperti itu, mereka mengasah kepekaan dirinya, setelah sebelumnya diberi petunjuk oleh yang menjadi mursyidnya.
Maka perjalanan uzlah, mengasingan diri untuk memusatkan perhatian pada ibadah (berzikir dan tafakur) kepada Allah SWT, adalah hal yang diutamakan bagi setiap insan yang ingin merasakan kedekatan denganNya, dan mendapatkan pengalaman bathin.
Dalam syarahnya di kitab al-Hikam terbitan TuRos, Syekh Abdullah Asy-Syarqawi menjelaskan bahwa uzlah atau menyendiri merupakan cara terbaik bagi seorang murid untuk membersihkan hati dari segala kelalaian dan mendekatkan diri kepada Tuhannya.
Bagi yang berkeluarga, dan ingin mendapatkan pengalaman bathin, Uzlahnya bukan dengan meninggalkan keluarga berlama-lama dengan meninggalkan tanggung jawab menafkahi.
Nabi kita, Muhammad SAW, tidak mencontohkan itu !
Beliau mengasingkan diri hanya beberapa waktu, pergi malam, dan sebelum fajar menyingsing ia sudah kembali ke rumah. Perginya sang nabi, memberitahu istrinya, Khadijah, sehingga sang istrinya pun membawakan bekal bagi Nabi SAW, agar bisa mencukupi kebutuhan Nabi SAW dalam bekhalwat, mendekatkan diri pada Allah.
Para Guru spiritual, sangat faham dalam bab meniti, perjalanan kisah para nabi, rasul, dan para aulia. Napak tilas perjalanan para kesatria Allah itu, perlu di ikuti, namun tentunya dengan pembimbingan para mursyidnya.
Kebersamaan dengan para guru, adalah untuk mendapatkan petuah, petunjuk, nasehat, dan izin. Ada obrolan-obrolan yang mengandung hikmah. Ada gambaran-gambaran yang mencerahkan pikir. Tidak bicara di luar konteks, tidak bicara ngawur kemana-mana.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!