REFLEKSI | Membaca Isyarat Ayat Kauniyah
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
KAUNIYAH adalah ayat-ayat berupa tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang ada di alam sekitar kita, ia ada, namun tersembunyi tak menampakkan diri secara gamblang, sifatnya sesuatu yang samar.
Bersembunyi ia dalam cahaya yang terang benderang. Sehingga sulit di fahami, tidak terbaca, tidak terdeteksi, dan bagi mereka yang tak terasah kepekaannya, hal itu luput dari amatannya, dan ia sendiri berikut masyarakat banyak disekitarnya, tidak faham apa yang tengah terjadi sesungguhnya.
Tanda tanda ayat Kauniyah itu adalah peristiwa yang dihadirkan bagi kita untuk ditafaquri, dipikirkan, dan jadi bahan perenungan untuk menguatkan keimanan kita.
Ayat Kauniyah merupakan tanda atau wujud yang diciptakan oleh Allah SWT dalam bentuk, fenomena, kejadian, peristiwa, dan segala hal lain yang ada di kehidupan sosial kita, di alam dunia ini.
Ayat kauniyah memiliki cakupan yang luas, seperti ayat yang menuntun manusia untuk merenungkan penciptaan langit dan bumi, pergantian siang dan malam, kejadian-kejadian, peristiwa satu dan kaitannya dengan peristiwa lampau.
Ayat Kauniyah itu, bagai labirin yang memiliki jalan -jalan rumit, buntu, yang harus di cari jalan keluarnya, ia bagai hijab, atau tabir yang tertutup, yang mesti di singkap agar menjadi sesuatu yang jelas untuk di fahami, dan juga bagai puzzle yang terserak, dan harus kita susun agar menyatu dan memahamkan kita.
Dalam memahami ayat Kauniyah, manusia dituntut cerdas dalam pembacaannya, hal ini memerlukan kepekaan, kesadaran, kehalusan batin serta jiwa yang terbuka, dengan radar hati yang mampu terus panteng, dalam menyatukan gelombangnya, di frekwensi kebeningan hati, yang menyatu dengan Dzat pencipta kita, Allah SWT.
Karena semua hal yang terkait dengan adanya tanda, Isyarat, sinyal, dalam ayat Kauniyah yang Allah hadirkan, hanya bisa di baca, oleh mereka yang mampu memaknai cara beriqronya, secara mendalam, untuk mendapatkan inti pesan yang bisa ditangkap, dengan cermat melalui proses berpikir, bertafakur, dan mentadaburinya.
Apakah kita bisa membaca ayat Kauniyah ini ? Apakah kita mampu menangkap sinyal, tanda, isyarat dari Allah itu?
Jawabannya, semua manusia seharusnya bisa ! Tidak hanya para ulama besar, yang telah hidup hatinya. Pastinya kita semua mampu, jika kita mau untuk mentafaqurinya, dan memikirkannya, serta memiliki modal kebeningan hati.
Apa yang menyebabkan manusia tidak bisa membaca ayat Kauniyah itu ? 1. Adanya rasa malas. 2. Kurang peka. 3. Tidak mau tahu. 4. Minimnya ilmu. 5. Tidak mau berpikir mendalam. 6. Tidak mau menjadi manusia kritis.
Hal positif apa yang di dapat dari manusia yang bisa membaca ayat Kauniyah ini ? 1. Semakin beriman, dan kuat ketaqwaannya. 2. Menjadi manusia kritis, manusia berpikir, yang mampu menggunakan pikirannya secara optimal. 3. Menjadikannya manusia bijak bestari dan manusia unggulan yang dicari banyak orang. 4. Membuat ia bisa mendapatkan jawaban, atau solusi, dari fenomena adanya ayat Kauniyah itu. 5. Menjadikannya orang yang penuh rasa syukur, dan mawas diri, selalu berhati-hati.
Semoga kita mau meningkatkan kualitas diri kita menjadi orang yang mampu mengoptimalkan fungsi otak, pikiran kita, untuk menjadi manusia kritis, yang mampu membaca gelagat zaman, sehingga kita awas dan waspada, penuh kehati-hatian, dalam zaman yang penuh tipu daya Iblis yang semakin nyata dan masif dam menipu kita semua, anak cucu, cicit turunannya Nabi Adam as ini.
Semoga Allah memampukan diri kita, dalam membaca, beriqro, untuk tahu maksud, atas hadirnya isyarat dari ayat Kauniyah ini, sehingga kita semakin cerdas, dan mampu menjadi manusia yang memiliki manfaat, dengan bisa memberi solusi, bagi umat manusia yang memerlukan pembuka untuk terbangunnya kecerdasan mereka, dan keimanannya yang hanif. Aamiin.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!